Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»YONIF 715/MTL Buka Balai Pelatihan Kerajinan Bagi Warga Perbatasan
KOMUNITAS

YONIF 715/MTL Buka Balai Pelatihan Kerajinan Bagi Warga Perbatasan

By Redaksi19 Juli 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana pada acara pembukaan Balai Pelatihan di Pos Motamasin (Foto:Humas Yonif 715)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT- Satgas Pamtas RI RDTL Sektor Barat Yonif 715/MTL membuka balai pelatihan kerajinan tangan dan pertanian di Pos Motamasin, Kecamatan Kobalima, Malaka.

Pelatihan kerajinan tersebut secara resmi dibuka pada Rabu (18/07 2018), oleh Wadan Satgas, Mayor Inf. Enggar.

Mayor inf. Enggar menyampaikan, balai kerajinan ini dibuka sebagai bagian dari kontribusi Satgas Yonif 715/MTL dalam rangka membantu mengembangkan kreativitas masyarakat, melalui kegiatan kerajinan dan diharapkan dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Terpisah, Camat Kobalima Timur, Wens Leki menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas inisiatif Satgas Yonif 715/MTL. Leki berharap, masyarakat dapat memanfaatkan adanya balai kerajinan tersebut demi meningkatkan pendapatan keluarga.

Berbagai bentuk kerajinan yang disiapkan di balai pelatihan, secara umum menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar tempat tinggal warga.

Jenis kerajinan yang dilatih, seperti membuat injeksi (piring rotan, sangkar burung, pot bunga, pohon hias dari kawat, lukisan pasir dan lainnya).

Selain itu, juga dilakukan pelatihan pengolahan makanan beraneka kue khas bugis.

Diharapkan, melalui balai pelatihan ini, masyarakat perbatasan dapat mengenal jenis makanan dari daerah lain. Targetnya, ke depan hasil kerajinan ini dapat dibuat untuk konsumsi sendiri juga dikembangkan untuk kepentingan komersial.

Selain dua kegiatan di atas, Satgas Pamtas RI RDTL Yonif 715/MTL juga menaruh perhatian terhadap upaya pengembangan pertanian yang dilakukan melalui pelatihan tanaman dengan sistem hidroponik.

Dansatgas Pamtas RI RDTL Sektor Barat Yonif 715/MTL, Letkol Inf Farid Yudis Purwanto, yang dihubungi via telepon berharap, dengan hidroponik masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian dapat memanfaatkan lahan di sekitar pekarangan rumahnya untuk bercocok tanam.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni Jehadin

Malaka
Previous ArticleBNPP Siap Bangun PLBN di 2 Titik Perbasan RI-RDTL
Next Article DPRD Belu Tidak Tahu Sumber Anggaran Pembangunan Mall Pelayanan Publik

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.