Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Mati Tak Wajar, Polres Flotim Diminta Ungkap Kematian Herman
Regional NTT

Mati Tak Wajar, Polres Flotim Diminta Ungkap Kematian Herman

By Redaksi29 Juli 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Antonius Ehe Aran, keluarga dekat Hermanus Hamu Aran di rumah duka, Desa Bantala, Kecamatan Lewolema. (Foto: Sutomo Hurint)'
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT-Kematian Hermanus Hamu Aran, petugas jaga malam pada pabrik pengolahan ikan di dusun Oka, Desa Wailolong, Kecamatan Ilemandiri masih menyisahkan tanda tanya bagi pihak keluarga dan masyarakat Desa Bantala. Pasalnya saat ditemukan pada Jumat, 27 Juli 2018 lalu, wajah korban mengalami luka-luka dan bersimbah darah.

BACA: Petugas Jaga Malam Pabrik Ikan Oka Flotim Ditemukan Tak Bernyawa

Antonius Ehe Aran, keluarga dekat Herman usai pemakaman Sabtu, (28/08/2018) di rumah duka, desa Bantala Kecamatan Lewolema mengungkapkan, pada bagian wajah korban terdapat 5 luka. Dua diantaranya yakni bagian kepala dan hidung mengeluarkan banyak darah kental.

Pihak keluarga, lanjut Anton, berharap pihak Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur (Flotim) dapat mengungkapkan penyebab kematian Herman.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian untuk mengungkapkan penyebab kematian anak kami. Mengapa ada luka dan banyak lumuran darah di wajahnya? Kami hanya ingin tau apa penyebabnya”, ungkap Anton.

Tak hanya keluarga, pemerintah desa Bantala juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

“Sebagai pemerintah desa kami sangat berharap kepada pihak kepolisian agar dapat bekerja secara profesional mengungkapkan penyebab kematian yang dialami oleh warga kami. Banyak kejanggalan yang ditemukan pada tubuh Herman dan kejanggalan itu mestinya dapat diungkapkan oleh pihak kepolisian. Jika luka-luka pada tubuh korban diakibatkan oleh pukulan atau hantaman dari benda keras, maka kami minta polisi dapat segera menangkap pelakunya dan diproses sesui hukum yang berlaku di negeri ini”, tegas Paulus Pehan Kelen, sekertaris desa Bantala.

Paulus mengatakan pihak pemerintah desa pada Senin, 30 Juli 2018 akan ke kantor Polres Flotim untuk mengecek hasil proses penyelidikan yang sedang dilakukan pihak kepolisian.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticleTerdapat 21 Pasar di Manggarai, Ini Total Pedagangnya
Next Article Terkait Masalah Air Minum, Camat Cibal Sudah Panggil Kades Kentol

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.