Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Umat Gotong Royong Bangun Kapela Aegela
Regional NTT

Umat Gotong Royong Bangun Kapela Aegela

By Redaksi3 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pastor Paroki St Petrus Martir Ndora, RD. Paskalis Baba, saat memberkati batu sebagai tanda dimulainya pembangunan kapela Stasi Aegela pada Senin, 31 Juli lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Umat Stasi Aegela, Paroki St Petrus Martir Ndora bergotong royong membangun rumah ibadah berupa kapela.

Pembangunan kapela itu mulai dilaksanakan pada Senin, 31 Juli 2018 dengan ditandai acara peletakan batu pertama.

Acara diawali dengan ibadah sabda yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki St Petrus Martir Ndora, RD. Paskalis Baba.

Perayaan ekaristi itu dihadiri oleh seluruh umat dari Stasi Aegela dan Stasi Fataleke.

Ketua Panitia Pembangunan Kapela Stasi Aegela, Pius Mare saat ditemui VoxNtt.com di kediamannya di Aegela, Jumat pagi (03/08/2018), mengatakan pembangunan kapela Stasi Aegela itu penting. Sebab kondisi kapela yang ada sudah tidak mampu menampung umat.

Pius mengaku, pada setiap hari Minggu dan hari besar keagamaan, umat lebih banyak berdiri di luar ketimbang di dalam kepela. Hal itu terjadi lantaran kapela sangat kecil tak bisa menampung banyaknya umat.

Melihat kondisi ini, umat Stasi Aegela kemudian berembuk untuk membangun kapela baru. Ukurannya tentu saja lebih besar dari kapela sebelumnya.

Sesuai rencana anggaran biaya (RAB), kata Pius, pembangunan kapela tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 1.800.000.000.

Dana bersumber dari swadaya umat per-kepala keluarga (KK) kurang lebih sekitar Rp 16 juta lebih. Sistem pengumpulannya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sebesar Rp 400.000/ KK. Total KK sebanyak 114.

Dia mengatakan, dana yang terkumpul pada tahap pertama itu untuk pembangunan fondasi sampai dengan slof dan pengecoran tiang.

Walaupun demikian, lanjut Pius, biaya pembangunan kapela itu tidak semata-mata dibebankan kepada umat yang ada di Stasi Aegela. Tapi mereka juga mendapat bantuan dari putra-putri asal Aegela yang berada di luar daerah.

“Kami merasa tidak sendirian dalam pekerjaan ini, karena ada para pihak lain yang juga memberikan bantuan,” kata Pius.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleProyek Jembatan 2,9 Miliar di TTU Terbengkelai
Next Article Mafioso Pasar Ruteng Diduga Kroni Pemerintah

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.