Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jokowi-Ma’ruf Akan Masukan Ekonomi Syariah dalam Nawacita 2
Ekbis

Jokowi-Ma’ruf Akan Masukan Ekonomi Syariah dalam Nawacita 2

By Redaksi14 Agustus 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jokowi dan Ma'ruf Amin (Foto: Kumparan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Program eknomi syariah bakal menjadi fokus utama Jokowi-Ma’ruf jika terpilih dalam pemilihan presiden 2019 nanti.

Program ini nantinya akan dimasukan dalam Nawacita jilid 2 periode 2019-2024 mendatang.

“Cluster pertama terkait dengan penguatan lembaga keagamaan dan pondok pesantren, itu detailnya banyak, dan cluster yang kedua adalah penguatan ekonomi umat itu cluaternya juga banyak, ada delapan atau sembilan sub clusternya,” ungkap Sekjen PPP Arsul Sani di Oria Hotel, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari Detik.com, Senin (13/8/2018).

Arsul mengatakan program ini nanti akan digarap Ma’ruf sebagai cawapres. Saat ini, kata dia, tim Koalisi Indonesia Kerja (KIK) juga telah menyiapkan tim dan program-program tersebut.

Senada dengan Arsul, sekjen partai NasDem, Jhonny Plate, memastikan kemampuan Ma’ruf Amin dalam menguasai ekonomi syariah menjadi sumbangsi bagi Nawacita jilid 2.

Jhonny mengatakan, jika Nawacita diperkaya ekonomi syariah diyakini bisa mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia dalam menyejahterakan rakyat.

” Ekonomi syariah sedang dikembangkan, basis-basis platform teknologi informasi misalnya itu jadi vintage bagi syariah yang dilakukan oleh BI dan OJK,” kata Johny seperti dilansir Kompas.com, Senin (13/08/2018).

Ditambahkan Jhonny, dalam rangka keadilan ekonomi dan sosial, nantinya program ekonomi syariah melibatkan UMKM dan ekonomi sangat kecil.

Penulis: Irvan K

Previous ArticleIni Sikap Pokja MPM dan Kejanggalan Polsek Boawae dalam Kasus TKW RN
Next Article Selidik Tuntas Kebakaran di Jerebu’u!

Related Posts

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.