Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dinkes Flotim Prihatin Pembunuhan ODGJ
NTT NEWS

Dinkes Flotim Prihatin Pembunuhan ODGJ

By Redaksi27 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Joria Parmin, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan, Kabupaten Flores Timur. (Foto: Sutomo Hurint)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT-Jomaria Parmin, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (PTM-KESWA), Dinas Kesehatan, Kabupaten Flores Timur (Flotim), prihatin atas kasus pembunuhan yang menimpa Markus Merato Manuk.

BACA JUGA: Sadis! ODGJ di Flotim Tewas Dipukul Ipar Sendiri

Markus merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di desa Lamaone, Kecamatan Solor Barat, Flores Timur.

“Saya sangat sedih ketika mendengar informasi pembunuhan terhadap bapak Markus. Saya sebagai kepala program kesehatan jiwa di Dinkes Flotim merasa sangat terluka. Pembunuhan terhadap ODGJ adalah tindakan yang sangat kejam. ODGJ adalah orang lemah yang butuh perlindungan dan perhatian dari kita orang sehat,” ungkap Jomaria kepada VoxNtt.com melalui telepon seluler, Senin, (27/08/2018) pagi.

Dijelaskannnya kunci utama pemulihan kesehatan jiwa bagi penderita ODGJ adalah perhatian dari pihak keluarga dan lingkungan yang memberi rasa nyaman.

Oleh karena itu tindakan pemukulan sangat tidak dibenarkan apa lagi dilakukan oleh keluarga sendiri.

“Keluarga adalah ujung tombak kesembuhan bagi penderita ODGJ. Jadi kita sangat menyayangkan pihak keluarga dan warga dalam lingkungan sendiri yang melakukan pemukulan tersebut. ODGJsangat membutuhkanperhatian keluarga dan rasa nyaman dari lingkungan,” jelas Jomaria.

Dipasung di Kebun

Sejak tahun 2017 Dinkes Flotim, berhasil mendata 323 jumlah penderita gangguan jiwa di Flotim.

Markus Merato Manuk tidak masuk dalam data base Dinkes Flotim sebab selama ini dipasung oleh keluarga di kebun.

Hal ini menyebabkan petugas kesehatan sulit melakukan pengecekan kesehatan terhadap korban.

“Kita belum bisa mendapat informasi sejak kapan bapak Markus mulai mengalami gangguan jiwa sebab selama ini beliau dipasung oleh keluarga di kebun. Hal ini menyebabkan tenaga medis puskesmas Solor Barat kesulitan melakukan pengecekan kesehatan terhadap beliau” kata Jomaria.

Jomaria sangat berharap dengan peristiwa ini, mulai muncul kesadaran masyarakat untuk mulai peduli terhadap ODGJ.

“Kita berharap dengan peristiwa ini muncul gerakan bersama dari pihak-pihak terkait untuk bersinergi bersama peduli terhadap ODGJ. Terlebih menghilangkan stigma yang masih melekat pada saudara/i kita ODGJ”, tandas Jomaria.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticleEki: Saat Telepon Urus Secara Adat, Tahu-tahunya Langsung Dihajar
Next Article SMUK Warta Bakti Kefamenanu Juara Lomba Catur

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.