Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Padma Indonesia Dukung Bupati Sumba Barat Daya Segera Optimalkan BLK dan LTSA Letekonda
Human Trafficking NTT

Padma Indonesia Dukung Bupati Sumba Barat Daya Segera Optimalkan BLK dan LTSA Letekonda

By Redaksi15 Juni 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Dewan Pembina Padma Indonesia, Gabriel Goa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNTT.com – Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, mendesak Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk segera mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Letekonda guna melayani calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Tana Humba.

Menurut Gabriel, Tana Humba merupakan salah satu daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rawan terhadap praktik perdagangan orang atau human trafficking dan migrasi ilegal.

Ia menyoroti bahwa meskipun terdapat BLK dan LTSA di Letekonda sebagai pilot program dari pemerintah pusat, keduanya belum berfungsi secara maksimal.

“Fakta membuktikan bahwa di Pulau Sumba sudah ada BLK PMI dan LTSA PMI di Letekonda yang merupakan pilot program pemerintah pusat sesuai persyaratan sebagai BLK PMI atau dikenal BLK LN dan LTSA PMI. Namun, saat ini keduanya belum dioptimalkan,” ujar Gabriel dalam keterangan yang diterima media, Minggu, 15 Juni 2025.

Ia juga mendesak Menteri Hukum dan HAM untuk segera membangun pos pelayanan paspor di Letekonda atau kantor imigrasi dan pemasyarakatan di wilayah tersebut guna memudahkan pelayanan bagi warga Tana Humba.

Selain itu, PADMA Indonesia mendukung kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Sekolah Hotel Sumba, dan BLK Don Bosco untuk menjadikan BLK dan LTSA Letekonda sebagai pusat pelatihan profesional bagi CPMI asal Tana Humba.

“Kami mendukung total Gubernur NTT dan Bupati Sumba Barat Daya untuk segera mengoptimalkan secara profesional BLK dan LTSA di Letekonda,” tegas Gabriel.

Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga kerja migran asal Tana Humba, serta mengurangi risiko mereka menjadi korban perdagangan orang. [VoN]

Gabriel Goa PADMA Indonesia Sumba Barat Daya
Previous ArticleHumanisasi Lingkungan dan Kebahagiaan Berkelanjutan
Next Article Tempat Mahakudus itu Bernama Ruang Kelas

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.