Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar
HUKUM DAN KEAMANAN

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

By Redaksi19 Juli 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kompak Indonesia Lapor 6 Perkara Dugaan Korupsi dari NTT ke KPK
Gabriel Goa, Ketua Kompak Indonesia
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK Indonesia), Gabriel Goa, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan audit investigasi dan memproses hukum dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, senilai Rp19,4 miliar.

Desakan itu disampaikan setelah muncul dugaan rendahnya kualitas bangunan yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN.

Menurut Gabriel, banyak proyek APBN di daerah diduga mengalami mark up dan kolusi antara kontraktor dengan oknum pejabat.

“Fakta membuktikan bahwa banyak proyek APBN di daerah kualitas bangunannya bermutu rendah diduga kuat ada markup proyek untuk gratifikasi oknum pejabat pusat dan daerah.”

“Bahkan ada bangunan yang mangkrak atau asal jadi kejar waktu masa kontrak,” kata Gabriel Goa dalam keterangannya, Minggu, 19 Juli 2026.

Gabriel mendesak KPK mengusut dugaan penyimpangan pada proyek yang dikerjakan PT Cahaya Putra Sampurna dengan pengawasan PT Citra Ngada Plan.

Ia juga meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berkolaborasi dengan KPK melakukan audit investigasi serta mengajak masyarakat dan insan pers mendukung pengungkapan kasus tersebut dengan menyampaikan informasi kepada KPK.

Sebelumnya, proyek Gedung Rawat Inap RSUD Borong menjadi sorotan setelah dilaporkan mengalami keretakan pada sejumlah bagian bangunan, meski belum genap setahun selesai dikerjakan.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, sebagaimana dilansir NTT Update menyatakan lembaganya siap menindaklanjuti laporan masyarakat apabila disertai data pendukung yang lengkap.

Proyek itu memiliki nilai pagu Rp19,04 miliar dan dikerjakan PT Cahaya Putra Sampurna dengan pengawasan PT Citra Ngada Plan. [VoN]

Gabriel Goa Kompak Kompak Indonesia Manggarai Timur Matim RSUD Borong
Previous ArticleKerajaan dan Keadilan yang Dibangun dalam Roh vs Yang Dibangun dalam Nafsu
Next Article Uskup Ruteng: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Krisis Hati Nurani

Related Posts

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
Terkini

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.