Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama
HUKUM DAN KEAMANAN

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

By Redaksi24 Juli 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa (pegang mik) (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNTT.com – Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Penanganan perkara itu dinilai tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual dan pihak-pihak yang diduga berada di balik jaringan kejahatan tersebut.

Desakan itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Dari Korupsi Batu Bara PLTU Hingga Pencucian Uang: Membedah Anatomi Korupsi dan TPPU dalam Skandal Eks Jampidsus Kejagung” yang diselenggarakan KOMPAK Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juli 2026.

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, mengatakan proses hukum yang sedang berlangsung di Kejaksaan Agung perlu mendapat pengawasan dari masyarakat. Menurut dia, pelibatan publik penting untuk memastikan penanganan perkara berjalan secara transparan dan akuntabel.

”Selain jeruk makan jeruk, tapi ada indikasi kuat di mana Febrie Adriansyah dilindungi oleh orang kuat dibaliknya sehingga hingga saat ini ia belum ditahan kejaksaan walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian,” jelas Gabriel.

Gabriel menilai kasus tersebut mengejutkan karena melibatkan mantan pejabat yang seharusnya menjadi teladan dalam penegakan hukum. Ia meminta penyidik mengusut perkara hingga tuntas dan tidak hanya berhenti pada satu tersangka.

Menurut Gabriel, rekam jejak dugaan keterlibatan eks Jampidsus berinisial FA dalam kasus korupsi telah menjadi perhatian sejak menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT). Ia menyebut KOMPAK Indonesia sebelumnya juga telah menyoroti penanganan sejumlah perkara besar di wilayah tersebut.

”KOMPAK Indonesia juga meminta Presiden bersama DPR RI agar mendesak KPK RI segera mengambil alih penanganan perkara Tipikor ini agar pertarungan antara sesama aparat penegak hukum segera diakhiri. Di saat bersamaan publik juga perlu mengawal secara ketat,” jelas Gabriel.

Gabriel juga menilai FA harus dijatuhi hukuman berat apabila terbukti bersalah karena diduga telah merugikan perekonomian negara dan berdampak pada hak-hak ekonomi, sosial, serta budaya masyarakat. Ia menyebut dugaan keterlibatan FA dalam sejumlah perkara, seperti korupsi batu bara PLTU, Krakatau Steel, ASABRI, dan kasus lainnya, perlu diusut secara menyeluruh.

Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Pusat Studi Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Trisakti Maria Silvya E. Wangga, Akademisi Fakultas Hukum Bisnis Universitas Bina Nusantara Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, Peneliti Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Badiul Hadi, serta Ketua KOMPAK Indonesia Gabriel Goa. Kegiatan itu juga diikuti mahasiswa, pegiat antikorupsi, peneliti, praktisi, dan masyarakat umum. [VoN]

Gabriel Goa Kompak Kompak Indonesia
Previous Article100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.