Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dibebankan Target PAD Rp 500 Juta, Distan TTU Kesulitan
Regional NTT

Dibebankan Target PAD Rp 500 Juta, Distan TTU Kesulitan

By Redaksi30 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Plt.Kadis Pertanian kabupaten TTU, Gregorius Ratrigis saat memberikan keterangan pers kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (30/08/2018) (foto:Eman/VOXNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Gregorius Ratrigis mengaku pihaknya kesulitan untuk memenuhi target pendapatan asli daerah yang telah dibebankan kepada pihaknya, terutama PAD yang bersumber dari operasional traktor.

Sebelumnya target PAD yang dibebankan kepadanya yakni Rp 500 juta dengan mengoperasikan 12 traktror yang akan disewakan kepada masyarakat. Namun, masuk triwulan ketiga 2018 ini baru mendapatkan setoran Rp 96 juta.

“Target PAD yang dibebankan ke kami untuk operasional traktor itu harus Rp 500 juta. Laporan terakhir yang saya terima itu sampai sekarang, baru yang masuk dari operasional traktor itu Rp 96 juta. Jujur saja, kami memang mengalami kesulitan,” jelas Ratrigis saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (30/08/2018).

Ia menjelaskan, kesulitan yang dialami pihaknya karena kurangnya animo masyarakat untuk menyewa traktor yang disediakan pihaknya.

Hal ini kata dia karena saat ini masih banyak lahan warga yang dipenuhi dengan tanaman singkong, sehingga belum bisa diolah untuk musim tanam 2018/2019.

Selain itu, ia juga menduga traktornya tidak diminati warga karena kesulitan ekonomi sehingga tidak mampu menyewa traktro tersebut.

“Memang kesulitan kita disitu sudah. Mungkin juga karena masyarakat mau sewa tapi terkendala di uang yang tidak ada,” tuturnya.

Meski PAD yang diperoleh pihaknya saat ini baru mencapai 20 %, ia mengaku optimis hingga akhir tahun pendapatan yang diperoleh dari operasional traktor bisa mencapai 50 % dari target yang ditentukan.

Guna mencapai target tersebut, kedepan pihaknya akan lebih giat membangun kerja sama dengan pemerintah desa agar bisa mengalokasikan dana untuk pengolahan lahan.

“Kita sekarang sudah kerja sama dengan desa Lapeom dan Fatuana. Jadi, sampai September ini pendapatan kita dari traktor bisa mencapai Rp 100 juta lebih. Kita optimis sampai akhir tahun, bisa melewati batas 50 %,” ujarnya

Penulis: Eman Tabean
Editor: Boni J

TTU
Previous ArticleSewa PSK, Pebasket Asian Games Jepang Dihukum Setahun
Next Article Warga Asal Wotok Cibal Tewas Tertindih Pohon Jati

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.