Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Gaji Guru THL Harus Dibayar Sesuai Perda APBD
VOX GURU

Gaji Guru THL Harus Dibayar Sesuai Perda APBD

By Redaksi4 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Komisi C DPRD Matim, Siprianus Habur (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Komisi C DPRD Manggarai Timur (Matim) tetap konsisten dalam menyikapi persoalan pemotongan gaji guru THL dari Rp 1.250.000 menjadi Rp 700.000 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Frederika Soch.

Berdasarkan hasil konsultasi Komisi C DPRD ke BPK dan keuangan Provinsi NTT, honor guru THL di Matim tetap dibayar sesuai yang ditetapkan dalam Perda APBD 2018.

“Hasil konsultasi kami ke BPK dan keuangan provinsi, saran mereka agar gaji tetap dibayar sesuai Perda APBD. Tidak boleh ada pengurangan, kecuali ada penambahan,” ujar Ketua Komis C DPRD Matim, Siprianus Habur saat ditemui VoxNtt.com di kantornya usai berdialog dengan para guru THL, Senin (03/09/2018).

Politisi asal Poco Ranaka itu juga meminta Dinas PK Matim untuk tidak boleh ada pemecatan. Guru yang sudah dipecat harus diakomodir kembali.

Jumlah guru-guru itu pun, kata Sipri, harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam APBD. Sebab  gaji guru-guru THL sudah dianggarkan DPRD bersama Pemkab Matim.

“Kasian mereka. Mereka yang dipecat itu kebanyakan sudah lama mengabdi. Bahkan ada yang sudah belasan tahun. Sudah sepatutnya daerah membalas jasa mereka dengan memberi upah yang cukup. Bukan malah dipecat sepihak,” pungkas politisi Partai Bulan Bintang itu.

Sementara itu, Koordinator guru THL, Yogistinus Magul mengaku, pihaknya menyambangi DPRD Matim untuk mendengar pertanggungjawaban perjuangan lembaga dewan terkait nasib guru yang dipecat sepihak oleh Kadis Frederika.

“Kami datang untuk mengetahui sejauhmana perjuangan DPRD terkait nasib guru yang dipecat. Kami tidak datang untuk menuntut siapa-siapa. Kami ini dipecat tanpa prosedur. Harapannya DPRD bisa terus perjuangkan nasib kami,” harapnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

 

Manggarai Timur
Previous ArticlePolres TTU Gerebek Dua Lokasi Judi dalam Sehari
Next Article Kadis Ika: DPRD Matim Seperti Anak TK

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.