Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Dirjen Kemendes Terpikat dengan Pangan Lokal TTU
NASIONAL

Dirjen Kemendes Terpikat dengan Pangan Lokal TTU

By Redaksi12 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sugito, Dirjen Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi RI (memegang piring dekat pintu) sementara menyantap Laku Tobe yang disajikan di stan Kecamatan Noemuti Timur (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Sugito,  Dirjen Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal  (PDT) dan Transmigrasi RI mengaku terpikat dengan kenikmatan makanan khas Kabupaten TTU.

Pengakuan itu disampaikan usai menyantap Laku Tobe (pangan lokal TTU yang terbuat dari tepung gaplek yang dikukus kemudian dicampur dengan asam dan gula merah) saat melakukan kunjungan ke stan kecamatan Noemuti Timur usai acara pembukaan pameran dalam rangka HUT Kota Kefamenanu ke-96, Selasa(11/09/2018).

“Satu hal yang pasti, sangat pas di lidah saya, sangat pas di lidah saya,” ujarnya dengan wajah sumringah saat diwawancarai awak media usai menyantap Laku Tobe.

Ia menambahkan, bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam pangan lokal yang bernilai gizi tinggi dan dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut dia,  sudah selayaknya masyarakat didorong untuk mengonsumsi pangan lokal, daripada dipaksakan untuk mengonsumsi pangan yang tidak sesuai dengan adat dan kebudayaan setempat.

“Kalau warga kita terbiasa makan jagung, makan ubi sebagai kebiasaan ya seharusnya kita dorong, tinggal bagaimana teknologi pangan lokal itu dapat dimanfaatkan agar nilai gizinya semakin tinggi bukannya diganti,” ujar Sugito.

Pantauan VoxNtt.com, saat melakukan kunjungan ke stan Kecamatan Noemuti Timur, Dirjen Sugiono yang saat itu didampingi Wabup TTU Aloysius Kobes, Kasie Intel Kejari TTU Novantoro Catur Prabowo serta sejumlah pejabat teras di lingkup Pemda TTU itu selain menyantap Laku Tobe juga sempat mencoba minuman anggur pisang yang dipamerkan.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU
Previous ArticleTiga Bupati Harus Gandeng Polri Berantas Judi
Next Article DPRD Matim Akan Periksa Proyek Air Minum di Lontoulu

Related Posts

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

KemenHAM Dorong Youth Ranger Indonesia Jadi Agen Penyebar Nilai HAM

16 Juni 2026

Demokrat Bantah Keterlibatan AHY dalam Kasus BGN, Minta Media Sajikan Informasi Terverifikasi

10 Juni 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.