Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Satu Keluarga Asal Manggarai Tewas dalam Kebakaran Maut di Kalimantan
Regional NTT

Satu Keluarga Asal Manggarai Tewas dalam Kebakaran Maut di Kalimantan

By Redaksi12 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dominikus Jehatu dan Imel istrinya, serta bayi mereka (Foto: Ist.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT- Satu keluarga asal Kabupaten Manggarai- Flores, NTT tewas dalam insiden kebakaran rumah di Camp Hajak C PT Antang Ganda Utama (AGU), Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimatan Tengah pada Selasa, 11 September 2018.

Informasi yang dihimpun, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Api dengan cepat melahap isi rumah hingga satu keluarga asal Manggarai ini tewas terpanggang. Mereka ialah pasangan Dominikus Jehatu (34) dan Imel (24).

Sedihnya, bayi korban Apriliano yang masih berumur empat bulan juga ikut tewas setelah tak berdaya dikelilingi si jago merah.

Rumah yang ditempati keluarga Domikus tersebut milik PT AGU. Ukurannya 6×8 meter. Dominikus merupakan salah satu karyawan di perusahan kelapa sawit tersebut.

Dilansir okezone.com, Kapolres Barito Utara Dostan Matheus Siregar melalui Kapolsek Teweh Tengah AKP Nandi Indra Nugraha mengungkapkan, kejadian itu berawal salah seorang karyawan PT AGU bernama Thomas sedang berada di Camp Nomor 1 mendengar ada suara berisik dari atas plafon rumah Nomor 6.

Mendengar suara berisik tersebut, Thomas kemudian keluar rumah. Saat itu dia melihat asap dari Camp Hajak C Nomor 6. Selanjutnya ia memberitahu dan meminta tolong kepada karyawan lainnya untuk memadamka api dengan peralatan seadanya.

Setelah api berhasil dipadamkan, salah satu karyawan menjenguk ke arah kamar dan langsung berteriak bahwa ada korban yang meninggal terbakar.

Mendengar teriakan tersebut, para karyawan ketakutan lari keluar rumah dan langsung melaporkan ke manager perusahan, serta anggota keamanan PT AGU. Kemudian jasad ketiga korban dibawa ke RSUD Muara Teweh.

 

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleMenggugah Pemda Kota Kupang
Next Article PLN Beri Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.