Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Diduga Tabrak Lari, Krinus Tewas di Jalan Trans Mbay-Maumere
NTT NEWS

Diduga Tabrak Lari, Krinus Tewas di Jalan Trans Mbay-Maumere

By Redaksi15 September 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Polsek saat melakukan olah TKP terkait tewasnya Krinus Boro (40) (Foto: Dok. Polsek Aesesa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Naas menimpa Krinus Boro (40). Warga RT 04, Dusun 2, Desa Toto Mala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo itu tewas pada Sabtu, 15 September 2018.

Krinus ditemukan tewas tergeletak di jalan Trans Mbay-Mumere, tepatnya di wilayah Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa.

Sepeda motor jenis Revo berwarna hitam biru tanpa nomor Polisi yang dikendarai Krinus juga ditemukan terjatuh tak jauh dari lokasi.

Ia tewas di tempat kejadian perkara (TKP) karena diduga menjadi korban tabrak lari.

Saksi mata, Endo, Ius, Alen, Argan, dan Ria mengaku, kejadian bermula saat korban mengendarai sepeda motor dari arah Danga menuju Kaburea.

Menurut kelima siswa SDN Lego Aeramo itu, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.

Para saksi mata mengatakan, sesaat sebelum kejadian sepeda motor korban terdapat di belakang mobil carry pick up  dan melaju dari arah yang sama.

Sepeda motor Krinus hendak mendahului mobil berwarna silver dengan nomor Polisi L 9356 WB itu.

Mobil dikendarai oleh Yohanes Laza dan hendak membawa air ke Ana Koli.

“Saat dia mau nyalip ke arah kanan, badan korban mengenai bunga bluntas yang tumbuh di kanan pinggir jalan itu. Lalu korban hilang keseimbangan, korban langsung jatuh ke samping mobil, lalu mobil itu injak kepalanya,” aku mereka.

Untuk diketahui, kelima saksi mata juga ikut menumpangi mobil carry pick up tersebut seusai pulang sekolah. Kelimanya hendak menuju kediaman mereka yang beralamat di Nangateke, Desa Aeramo.

Menurut mereka sesaat setelah kejadian, pengemudi mobil langsung melarikan diri menuju Nangateke.

“Saat tiba di Nangateke kami turun. Sementara mobil itu jalan terus ke Anak Koli. Katanya bawa air,” ujar mereka.

Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad saat dikonfirmasi VoxNtt.com menjelaskan, Krinus meninggal karena diduga ditabrak lari  mobil carry pick up yang dikemudi oleh Yohanes Laza.

“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas tabrak lari antara kendaraan sepeda motor berwarna biru tanpa nomor polisi bersama seunit mobil jenis carry pick up warna silver,” katanya.

“Setelah dapat informasi dari masyarakat, kita langsung menuju tempat kejadian, lalu mengevakuasi korban menuju rumah sakit Aeramo,” sambung AKP Ahmad.

Menurut dia, tidak sampai satu jam pelaku tabrak lari itu langsung ditangkap Polsek Aesesa di Lego, Desa Aeramo.  Saat itu ia hendak ke Mbay dari Nangateke.

“Saat itu kita interogasi dan ditambah saksi akhirnya pelaku kita giring ke Polsek Aesesa. Sampai di Polsek, pelaku sempat tidak mengakui hal itu. Karena dicecar dengan puluhan pertanyaan ditambah saksi anak-anak SDN Lego itu, akhirnya pelaku mengaku,” kata AKP Ahmad.

Menurut dia, saat ini pelaku telah ditahan di Polsek Aesesa. Barang bukti berupa mobil pun telah diamankan Polisi.

Sedangkan jenazah korban telah dibawa ke kampung halamannya di Desa Toto Mala, Kecamatan Wolowae.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba



Nagekeo
Previous ArticlePertandingan Voli STPM Ende Dianggap Mengganggu Ketenangan Warga
Next Article SMK Elanus Ruteng Terapkan Manajemen Berbasis Lapangan Kerja

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.