Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Anak SD Keracunan, Pemilik Toko Roti Diperiksa Polisi
Regional NTT

Anak SD Keracunan, Pemilik Toko Roti Diperiksa Polisi

By Redaksi17 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende,Vox NTT-Tiga siswa SDN Ende 5, Kabupaten Ende mengalami keracunan roti setelah merayakan ulang tahun seorang siswa, Jumat (14/9/2018). 

Mereka adalah, Andre Fernandez (10), Andriano (10) dan Alexandra Jelika Na’u (11) siswa kelas Va. Ketiga siswa ini dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami keracunan.

Mulanya, ketiga siswa itu ikut turut serta merayakan ulang tahun Muhammad Hariri, siswa asal RT 05, RW 02, Lingkungan 1, Kelurahan Kelimutu. Hariri kemudian memesan kue di Toko Roti Cipta Rasa Bakery.

Kue itu diantar oleh Faiza Fahyuni, anggota keluarga dari Hariri. Mereka kemudian menyantap bersama.

Selang beberapa menit, ketiga anak ini mulai mengalami gejala keracunan. Diduga, roti yang mereka santap terdapat jamur racun.

“Setelah makan mereka muntah menceret. Kue donat yang saya antar ke sekolah. Ya, sempat diantar ke rumah sakit,”ucap Faiza Fahyuni di Mapolres Ende, Senin pagi.

Ia menjelaskan, kondisi ketiga anak membaik setelah diantar ke rumah sakit. Saat ini, kata Fahyuni, ketiga anak sedang tahap pemulihan.

Sementara ayah Hariri, Syamlan Dahlan, menjelaskan perayaan ulang tahun anaknya baru kembali dirayakan kali ini. Perayaan itu dilakukan secara sederhana dengan memesan roti donat di toko roti.

Dahlan tak mengira peristiwa tersebut terjadi. Padahal, beberapa kali keluarga memesan roti di Toko Roti Cipta Rasa Bakery.

“Sudah lama tidak rayakan ulang tahun. Ya, saya cukup sedih dengan peristiwa ini,”ucap dia saat bersama dengan Fahyuni.

Dahlan dan Fahyuni berada di Mapolres untuk memenuhi panggilan polisi klarifikasi laporannya. 

Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Sujud Alif mengatakan, proses pemeriksaan kasus keracunan ketiga anak sedang dilakukan saat ini. Ia mengaku akan disampaikan secara terbuka setelah hasil pemeriksaan pelapor dan terlapor selesai.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticlePorprov NTT 2018, Manggarai Raih 12 Medali Emas
Next Article Pemkab TTU Usul Perubahan Formasi CPNS ke Kemenpan RB

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.