Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di TTU, Dana Penanggulangan Bencana Kekeringan Sangat Minim
Regional NTT

Di TTU, Dana Penanggulangan Bencana Kekeringan Sangat Minim

By Redaksi25 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kekeringan (Foto: aceh.tribunnews.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Yosefina M.Lake selaku pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)TTU menyatakan, dana yang disediakan untuk menanggulangi bencana kekeringan yang terjadi di kabupaten tersebut sangat minim.

Pasalnya, untuk menanggulangi bencana kekeringan di wilayah tersebut, Pemda TTU pada tahun anggaran 2018 ini hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 juta.

Akibat minimnya dana, kata Yosefinas, saat ini pihaknya hanya bisa membantu mengatasi kekeringan dengan melakukan pendropingan air bersih ke-8 desa.

Desa-desa tersebut dinilainya mengalami kesulitan air bersih lebih parah dibanding daerah lainnya.

Yosefina menguraikan, kedepalan desa tersebut, yakni Desa Sainoni dan Faenake Kecamatan Bikomi Utara, Oelbonak dan Ajoka Kecamatan Bikomi Tengah, Usapinonot Kecamatan Insana Barat, Kotafoun Kecamatan Biboki Anleu, Banuan Kecamatan Insana Fafinesu dan Manamas Kecamatan Naibenu.

“Sementara kita sudah mulai lakukan pendropingan air bersih ke-8 desa itu, satu desa dapat 14 tangki,” ujar Yosefina saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (25/09/2018).

Ia menjelaskan, bencana kekeringan yang terjadi tahun 2018 ini dialami hampir seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten TTU.

Untuk menanggulangi itu, lanjutnya, BPBD TTU telah mengajukan permohonan bantuan dana ke provinsi dan pusat.

Itu terutama agar membantu menanggulangi bencana kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

“Seluruh desa di TTU ini tahun alami bencana kekeringan termasuk di kota sini, jadi kita sudah ajukan permohonan dana ke provinsi dan pusat, kalau disetujui maka pastinya dalam waktu dekat akan segera direalisasikan permohonan bantuan yang kita ajukan,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU
Previous ArticleNiko Martin: Sungguh Naif Kadis PK Matim Bangkang Bupati Tote
Next Article Partai Golkar TTU Miliki Saldo Awal Dana Kampanye Terbesar

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.