Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Niko Martin: Sungguh Naif Kadis PK Matim Bangkang Bupati Tote
Pendidikan NTT

Niko Martin: Sungguh Naif Kadis PK Matim Bangkang Bupati Tote

By Redaksi25 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Niko Martin (Foto: Flores Editorial)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bupati Manggarai Timur (Matim), Yoseph Tote sudah mengeluarkan surat perintah kepada Kadis PK, Frederika Soch untuk segera membayar gaji ke-21 guru THL sesuai DPA.

Bupati Tote juga sudah mengeluarkan perintah agar mengakomodir kembali para guru yang sudah dipecat oleh Kadis Frederika.

Namun, hingga kini Kadis PK Matim mengabaikan perintah Bupati Tote tersebut.

Baca Juga: 21 Guru THL di Manggarai Timur Jadi Korban

Ke-21 guru THL sejak bulan Januari sampai hari ini, belum menerima gaji. Sementara yang lain sudah terima sesuai DPA.

Menanggapi itu, Niko Martin, pemerhati masalah korupsi dan sosial asal Matim, Selasa (25/09/2018), menilai sungguh naïf sikap Kadis PK yang tidak melaksanakan perintah Bupati Tote itu.

“Saya jadi bingung. Kok bisa surat bupati tidak diindahkan atau dilaksanakan oleh Kadis PK. Ada apa? Jangan-jangan ada bangkai yang lagi disembunyikan oleh Kadis PK? Sungguh naif seorang Kadis membangkang terhadap bupati yang mengangkat dia sebagai Kadis. Lagi-lagi pertanyaanya, ada apa?” ujar Niko Martin.

Menurut Niko, tanpa surat perintah tersebut, mestinya Kadis PK tetap membayar gaji guru THL yang diberhentikan.

Alasanya antara lain; pertama, pemberhentian tersebut cacat prosedural. Kedua, anggaran dalam APBD induk tidak pernah diubah sebelum APBD Perubahan ditetapkan. Ketiga, legalitas hukum terhadap pembayaran gaji THL tersebut sah.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleKejurnas 2018, Atlet Kempo Asal Manggarai Raih 3 Medali Emas
Next Article Di TTU, Dana Penanggulangan Bencana Kekeringan Sangat Minim

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.