Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Pemkab Manggarai Diminta Dukung Gerakan Kampung Ramah Anak
Pendidikan NTT

Pemkab Manggarai Diminta Dukung Gerakan Kampung Ramah Anak

By Redaksi30 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
PUKET III STKIP Santu Paulus Ruteng, Romo Stefanus T. Rahmat S.Fil., M.Pd didampingi oleh Lurah Mbaumuku dan tokoh masyarakat Hombel sedang melakukan pengguntingan pita peresmian Taman Edukasi Kampung Ramah Anak (KRA) Kelurahan Mbaumuku (Foto: Aldo Marung)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai diminta agar mendukung ‘gerakan bersama menuju kampung ramah anak’.

Permintaan tersebut disampaikan Maria G.E Badun, Ketua tim kegiatan Program Hibah Bina Desa (PHBD) Kementristekdikti Republik Indonesia untuk Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Ruteng.

HMPS Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Ruteng sendiri sudah mulai melakukan ‘gerakan bersama menuju kampung ramah anak’ di Hombel, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong sejak 27-30 September 2018.

Menurut Maria, kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi hak-hak anak melalui pendampingan edukatif.

“Diharapkan adanya perhatian khusus dari pemerintah, baik itu melalui pemerintah kabupaten dalam hal ini bupati, dinas terkait, maupun pemerintah desa agar bisa mendukung kegiatan ini. Hari ini kami sudah melalukan kegiatan bersama di Kelurahan Mbaumuku,” terang mahasiswi semester 7 Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Ruteng itu kepada VoxNtt.com di sela-sela kegiatan ‘gerakan bersama menuju kampung ramah anak’ di Hombel, Minggu pagi (30/09/2018).

Selama ini, kata dia, HMPS Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Ruteng pernah melakukan kegiatan pendampingan edukatif bagi anak-anak.

Kegiatan pendampingan edukatif tersebut antara lain; belajar membaca, menulis, membuat gambar, dan belajar Bahasa Inggris.

Selain itu, pihak Maria juga melatih anak-anak agar peduli terhadap lingkungan. Anak-anak ditatar agar bisa membersihkan dan merawat lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: HMPS Bahasa Inggris STKIP Ruteng Pelopor Gerakan Kampung Ramah Anak

Tak hanya itu, HMPS Pendidikan Bahasa Inggris yang bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kelurahan Mbaumuku juga telah melakukan sejumlah kegiatan lain di Hombel sejak 27-30 September 2018

Kegiatan-kegiatan tersebut, yakni pemeriksaan kesehatan gigi untuk anak-anak dan bakti sosial bersama orang tua.

Kemudian, ‘gerakan bersama menuju kampung ramah anak’ di Hombel diisi dengan kegiatan penyuluhan hak -hak anak.

Penyuluhan tersebut menghadirkan narasumber Narwastu Anggie Ratsih, konsultan dan praktisi anak.

Ratsih, kata Maria, bersedia membagi ilmunya terutama terkait kelas parenting kampung ramah anak.

Senada dengan Maria, Pendamping Program Yosephine Rosdiana Su mengatakan, pemerintah mesti merespon ‘gerakan bersama menuju kampung ramah anak’ yang sudah dirintis HMPS Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Ruteng tersebut.

“Sebagai stakeholder, pemerintah merespon gerakan ini melalui kebijakan-kebijakan terkait perlindungan terhadap hak-hak anak di Manggarai,” tukas Yosephine.

Menurut dia, saat ini tingkat kekerasan terhadap anak cukup tinggi. Termasuk kekerasan seksual.

Sebab itu, pihak Yosephine menginginkan agar semua pihak bisa bergandengan tangan untuk mewujudkan cita-cita pemberdayaan ini.

“Orang tua ramah anak, keluarga ramah anak, Kampung ramah anak hingga Kabupaten Layak Anak,” pungkas salah staf pengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Ruteng itu.

 

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleHMPS Bahasa Inggris STKIP Ruteng Pelopor Gerakan Kampung Ramah Anak
Next Article Hombel Ruteng Menuju Kampung Ramah Anak

Related Posts

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026
Terkini

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.