Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»MUI NTT Minta Pemerintah Tinjau Kembali Jadwal Pemilu 2019
Pilkada

MUI NTT Minta Pemerintah Tinjau Kembali Jadwal Pemilu 2019

By Redaksi19 Oktober 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua MUI NTT, Abdul Makarim (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Abdul Makarim meminta pemeritah Republik Indonesia (RI) untuk meninjau kembali jadwal pemilihan umum tahun 2019 yang telah ditetapkan.

Pasalnya, pemilu serentak 2019 itu bertepatan dengan agenda keagamaan bagi umat Kristiani, yakni paskah.

“Saya kira kita hidup di Negara pancasila saling dukung-mendukung untuk apabila ada hal-hal yang bertentangan dengan kegitan-kegiatan gereja mesti diperhatikan. kita akan duduk bersama dulu baik tokoh agama maupun dengan kesbangpol,” kata Makarim kepada VoxNtt.com di Kupang, Selasa (16/10/2018).

Pada prinsipnya, kata dia, pemilu serentak mengorbankan pihak-pihak tertentu. Seharusnya Pemerintah RI sudah dari awal mengatur jadwal pemilu tersebut agar tidak bertepatan dengan acara keagamaan.

“Bagaimanapun kita harus mengakui bahwa NTT adalah mayoritas umat Kristiani dan kita harus menghormati itu,” Ujar Makarim.

Dia berharap Pemerintah RI bisa memperhatikan hal terebut.

“Pak Jokowi harus perhatikan ini. Karena ini penting agar tidak mengganggu proses pemilihannya nanti. Seperti 10 tahun lalu kita ke Jakarta membuat sebuah pernyataan sikap. Pernyataan sikapi itu kalau bisa di mundur atau maju,” harapnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleKejari TTU Gencar Masuk Sekolah untuk Sosialisasi Hukum
Next Article Viktor Laiskodat Tekad Ubah IPK NTT Jadi Lebih Baik

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.