Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Wagub NTT: Dana Desa Mesti Kurangi Angka Kemiskinan
NTT NEWS

Wagub NTT: Dana Desa Mesti Kurangi Angka Kemiskinan

By Redaksi3 November 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi Saat Menerima Plakat Dari Direktur Politeknik Kupang Nonce Farida Tauti, Jumat 2 November 2018 di Aula Politeknik Negeri Kupang (Foto: Dok. Humas Prov. NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef A. Nae menegaskan pengalokasian Dana Desa (DD) bertujuan mengurangi angka kemiskinan. Karena itu, sistem pengelolaannya harus berorientasi pada pencapaian kesejahteraan masyarakat desa.

Hal itu diungkapkan Wagub Josef saat membuka sekaligus menjadi Keynote speakers pada Seminar Nasional Akuntansi Sektor Publik di Aula Politeknik Negeri Kupang, Jumat (2/10/2018).

“Garda terdepan dari republik ini adalah desa. Ada adagium lama yakni desa makmur, negara kaya. Sebaliknya desa melarat, negara bingung,” kata Josef.

Seminar yang digagas oleh Jurusan Akuntansi itu mengusung tema “Optimalisasi DD Sebagai Pengungkit Ekonomi Daerah,”.

Sebagai salah satu perumus Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa itu mengatakan, dasar lahirnya UU ini adalah bonum commune atau kebaikan bersama. Kesejahteraan masyarakat adalah hukum tertinggi.

“Dengan UU ini, negara wajib hukumnya sediakan dana untuk pembangunan di desa. Ini sangat menguntungkan bagi masyarakat. Tetapi sekaligus rangsangan untuk mereka (kepala desa,red) yang tidak biasa mengelola keuangan dalam jumlah besar,” ujar Josef.

Hal itu, menurut Josef, dapat menciptakan beban sekaligus masalah bagi para kepala desa. Untuk itu kata dia, butuh daya tumpu dan pengungkit agar para kepala desa dapat keluar dari masalah tersebut.

“Harus diingat, yang paling berkuasa dalam pemanfaatan DD bukanlah kepala desa melainkan Musyawarah Desa. Musyawarah ini melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan. Mereka semua harus diikutsertakan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan di desa,” jelas Josef.

Josef menguraikan, jumlah DD untuk Provinsi NTT terus bertambah. Tahun 2015 berjumlah Rp 800 miliar lebih, 2016 Rp. 1,8 triliun lebih. Tahun 2017 meningkat sekitar Rp 2,3 triliunan, serta Tahun 2018 bertambah menjadi 2,5 triliun lebih. Ditambah lagi intervensi dari APBD baik Provinsi dan Kabupaten, jumlah dana ke desa semakin banyak.

“Uang sebanyak itu tidak akan berdaya guna kalau pengelolaannya tidak bagus atau manajemennya tidak profesional. Saya mengajak para mahasiswa khususnya mahasiswa akuntasi untuk memberikan pendampingan bagi para kepala desa,” ajak Josef

Dia berharap, seminar itu dapat menghasilkan cara-cara baru dalam mengoptimalkan Dana Desa sebagai daya pengungkit perubahan di desa.

“Mesti hasilkan pemikiran yang cerdas dan operasional. Agar DD sungguh buat desa maju, ada nilai tambah bagi pengembangan ekonomi produktif di desa. Tentu dengan penggunaan dana yang efektif dan efisien,” pungkas.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Kupang, Nonce Farida Tuati, menanggapi secara positif ajakan Wagub itu.

Menurut Nonce, DD telah menciptakan banyak perubahan di desa seperti sarana dan prasarana desa yang semakin baik serta tingkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, kata dia, masih juga terdapat kesalahan dan kekurangan dalam pengelolaan DD.

“Kiranya seminar hari ini dapat memberikan masukan konstruktif bagi pemanfaatn DD. Kami siap bantu Pemerinntah Provinsi. Kami punya kurang lebih 1.000 mahasiswa siap turun ke lapangan, ke desa untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa. Kami juga punya teknologi yang bisa digunakan untuk memberdayakan masyarakat, mengelola hasil olahan masyarakat,” kata Nonce.

Untuk diketahui, narasumber pada kegiatan seminar tersebut yakni, Kasubdit Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Desa Direktorat Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintah Desa Dirjen Bina Pemerintahn Desa, Farida Kurnia Ningrum, dan serta Direktur Lembaga Pemberdayaan Masyarakt Mandiri, Eka Ristri Darmayanti.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

 

 

dana desa Josef Nae Soi Kota Kupang Politeknik Negeri Kupang Wagub NTT
Previous ArticlePemda Ende Siapkan 8,4 Miliar untuk Gaji Guru Tidak Tetap
Next Article JPIT: 89 Jenazah TKI Dikirim ke NTT Selama Januari-Oktober 2018

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.