Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gusti Brewon: Pemkot Urus Air PDAM Dulu, Sebelum Urus ‘Air Mani’
Regional NTT

Gusti Brewon: Pemkot Urus Air PDAM Dulu, Sebelum Urus ‘Air Mani’

By Redaksi14 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pembicara seminar publik di Lokalisasi Karang Dempel (Foto: Ronis/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Gusti Brewon, pembicara dari Forum Academia NTT menyoroti wacana pemerintah Kota Kupang untuk menutup lokalisasi Karang Dempel (KD).

Hal ini diutarakan Gusti dalam seminar publik bertajuk Lokalisasi dan Pencegahan HIV/AIDS yang dilaksanakan di Karang Dempel, Rabu, (14/11/2018).

Menurut dia, penutupan lokalisasi KD hanya akan menyiapkan bom waktu yang akan meledak kapan saja. Pasalnya bisnis esek-esek yang sebelumnya terlokalisasi ini, akan makin tidak terkontrol sebarannya.

Gusti berharap, Pemkot Kupang meski menyiapkan data yang akurat dan kajian mendalam mengenai dampak HIV/AIDS yang ditularkan oleh PSK di Karang Dempel.

Suasana diskusi publik di Karang Dempel, Tenau, Kota Kupang.

Jika harus ditertibkan sesuai dengan instruksi pusat, maka semua spot-spot lokalisasi yang terbuka atau pun tertutup seperti  di hotel-hotel mestinya ditutup juga.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah mesti menjamin ketika para PSK keluar dari KD harus difasilitasi dengan baik dari segi kesehatan, ekonomi serta hak-hak sosial mereka. Jangan sampai akan menimbulkan masalah baru dan beragam.

“Pemkota silahkan urus air PDAM dulu, sebelum mengurus soal Air Mani,” sambungnya.

Gusti juga mengungkapkan, pada pemilihan wali kota beberapa waktu lalu, wali kota terpilih, Jefry Riwu Kore dan wakilnya, Herman Man mendulang suara banyak dari daerah lingkungan lokalisasi.

“Saya sudah cek, Pak Jefry dulu raih suara tinggi dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di sekitar lokasi Karang Dempel ini. Soal pemulangan, dasarnya apa ? Sebenarnya, pemerintah mesti menyiapakan kajian dengan data yang akurat. Kalau mau tutup, apa yang mau ditutup? Ini bangunan kan izinya penginapan. Jadi semua orang bebas tinggal dan menginap di sini yang penting yah bayar”, tegas Gusti berbalut lelucon.

Dalam diskusi ini turut hadir beberapa pembicara seperti Pendeta Emmy Sehertian, aktivis peduli HIV/AIDS, Balqis Soraya Tanof, Sosiolog dari Universitas Nusa Cendana Kupang dan Feliksberto Amaral, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Irvan K

Kabupaten Kupang Karang Dempel
Previous ArticleRastra di Manggarai Timur Diduga Tak Sesuai Ukuran
Next Article Pemkab Ende Target Eliminasi Malaria Tahun 2022

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.