Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Audit Proyek Pasar Ruteng, Kejari Manggarai Ragukan Kemampuan Tim Teknik Unflor
NTT NEWS

Audit Proyek Pasar Ruteng, Kejari Manggarai Ragukan Kemampuan Tim Teknik Unflor

By Redaksi1 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah aktivis PMKRI Ruteng saat berdialog dengan Kejari Manggarai, Jumat (30/11/2018) (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kejaksaan Negeri Manggarai meragukan kemampuan tim teknik dari Universitas Flores (Unflor) dalam mengaudit dugaan kekurangan volume pada proyek pembangunan pasar rakyat Ruteng.

Sejak kasus dugaan korupsi proyek pasar yang terletak di Kelurahan Mbaumuku Kecamatan Langke Rembong itu terendus, Kejari Manggarai memang memakai jasa tim teknik dari Unflor untuk melakukan perhitungan volume.

Tim ahli dari Unflor ini dipakai saat Kejari Manggarai masih dipimpin Agus Riyanto.

Namun, pasca Agus Riyanto dan sejumlah kasi pindah tugas, Kejari Manggarai di bawah pimpinan Sukoco membuat surat perintah penyidikan (sprindik) baru dalam penanganan kasus dugaan korupsi proyek pasar rakyat Ruteng.

Dalam sprindik baru tersebut, Kejaksaan malah menjaring kerja sama dengan Politeknik Kupang untuk menghitung volume pekerjaan.

Jaksa meragukan, hitungan tim teknik Unflor tidak bisa dipertanggungjawabkan saat sidang di pengadilan.

Yanto Musa, Jaksa pemeriksa dugaan korupsi proyek pasar rakyat Ruteng mengaku, keraguan mereka menggunakan jasa tim teknik dari Unflor berangkat dari pengalaman penanganan kasus korupsi pembangunan gedung inspektorat Manggarai Timur (Matim).

Dalam kasus inspektorat Matim, kata dia, tim teknik dari Unflor tidak bisa mempertanggungjawabkan penelitiannya saat sidang di Pengadilan Tipikor Kupang.

Sedangkan, tim dari Politeknik Kupang yang kala itu dipakai oleh terdakwa. Mereka bisa mempertanggungjawabkan penelitiannya di depan hakim.

“Dasar kawan-kawan (penyidik yang lama) menaikan statusnya (ke penyidikan), pertama mereka mengambil ahli dari Uniflo. Pertama kita uji, apakah keahlian bisa dipertanggungjawabkan di persidangan,” ujar Yanto saat audiensi dengan puluhan aktivis PMKRI Ruteng di Aula Kejari Manggarai, Jumat (30/11/2018).

“Salah satu kami ambil dari kasus inspektorat Manggarai Timur. Jadi waktu itu mereka (tim ahli dari Unflor) tidak bisa dipertanggungjawabkan di persidangan, karena mereka audit berdasarkan asumsi bukan fakta di lapangan,” sambungnya.

Terkini, dalam sprindik baru di bawah kewenangan Kepala Kejari Manggarai Sukoco diduga telah menganulir audit investigasi tim ahli Unflor.

Kejari Manggarai saat beraudiensi dengan puluhan aktivis PMKRI memang enggan memberitahukan besaran kerugian, hasil audit investigasi tim teknik dari Unflor dalam proyek pembangunan yang dikerjakan PT Tiga Putra Sejati Mandiri tersebut.

Namun kabar beredar menyebutkan, kerugian Negara yang ditimbulkan akibat kekurangan volume proyek sekitar Rp 500 juta.

Yanto Musa hanya mengungkapkan hasil audit investigasi dari Politeknik Negeri Kupang.

Berdasarkan laporan Politeknik Kupang bangunan tersebut selesai dengan keadaan 99,07 persen. Bangunan hanya mengalami kekurangan volume sebesar 0,93 persen atau kerugian sebesar Rp 57 juta dari nilai kontrak Rp 6.903 miliar.

 

Penulis: Ardy Abba

Baca Juga: Proyek Pasar Rakyat Ruteng, Kerugian Negara 57 Juta

Kejari Manggarai
Previous ArticleKedai Kopi Jujur
Next Article Lagi, Pelaku Pencurian Laptop, Hp, dan Motor Dibekuk Polisi

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.