Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Parade Malam (Antologi Puisi Martinus Setu)
Sastra

Parade Malam (Antologi Puisi Martinus Setu)

By Redaksi23 Desember 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Parade Malam

/1/

Puasaku berbasa basi, sekadar bercerita tak ada tuhan hari ini, aku melayang membuang mimpi di mana lagi harus kucari. Tuhanku telah dibuang pada tong-tong sampah, pada kumuh kamus jemari lusuh.

/2/

Malamku bukan milikku. Tertanggal separuh waktu diusiaku. Semoga saja tuhanku mengasa mengawini wanita di paruh baya pada lekuk tubuhmu yang mahir.

/3/

Ini hanya kisahku, coretan tanganku sewaktu-waktu tuhanku dibuang, diasingkan dan dicampakkan. Suara menjerit telinga menjadi mati rasa, nurani mati raga. Ah..tuhanku kau layak mengutuk nadi untuk keinginanmu.

Siapakah tuhanku..???

tuhanku bukan Tuhanku

Juga bukan Tuhanmu

Tuhanku, barangkali tentang kita di makam terakhir mimpi kita.

Coretan tangan, November 2018

Ambigu

Aku hanya ingin mencium waktu ketika kau tahu apa maksudku.

Kapela, 2018

Keluh

Maaf, aku menoleh darimu,

Sebab di bibir dan mataku, aku masih menyimpan ingin untuk merengkuhmu

Keluhku.

Ledalero, 2018

*Penulis bernama lengkap Martinus Pancarianus Setu. Biasa disapa dengan nama pena Che. Saat ini penulis bertempat tinggal di Seminari  Tinggi St. Paulus Ledalero, unit Mikael. Penulis merupakan salah satu anggota kelompak sastra ASAL Ledalero. Penulis sangat menyukai senja dan kopi pahit.

Martinus Setu
Previous ArticleKelompok Nusantara Sehat Berbagi Kasih di Panti Sonaf Manekat
Next Article Elisa dan Jiwa yang Tak Ada (Puisi-puisi Amonius Watzon Hamsah)

Related Posts

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.