Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Selama 2018 Pelayanan Pertanahan Paling Dikeluhkan di NTT
NTT NEWS

Selama 2018 Pelayanan Pertanahan Paling Dikeluhkan di NTT

By Redaksi30 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton. (Foto: Dok. Ombudsman).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Sepanjang tahun 2018, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima 131 (seratus tiga puluh satu) keluhan masyarakat atas pelayanan publik.

Substansi pertanahan paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, SH, Minggu (30/12/2018) di Kupang.

“Sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 Ombudsman RI Perwakilan NTT menerima 131 laporan masyarakat yang didominasi substansi pertanahan sebanyak 22 laporan, substansi kepolisian 21 laporan, substansi kepegawaian 19 laporan, substansi pendidikan 13 laporan, dan substansi kesehatan sebanyak 8 laporan,” beber Beda Daton.

Baca: 9 Daerah di NTT Masuk Zona Merah Kepatuhan Pelayanan Publik

Dugaan maladministrasi yang dikeluhkan dalam pelayanan pertanahan yakni, seputar penundaan berlarut pelayanan pengukuran dan penerbitan sertifikat tanah oleh Kantor Pertanahan dan pelayanaan mediasi sengketa tanah oleh Pemerintah Daerah (Pemda), serta dugaan penyalahgunaan wewenang oleh pihak TNI yang memasuki tanah Suku Paumere.

“Keluhan masyarakat seputar substansi pelayanan kepolisian mengalami tren penurunan cukup signifikan, setelah selama 3 tahun terakhir bertengger pada urutan teratas dengan jumlah laporan di atas 50 laporan setiap tahun. Selain itu, respon Institusi Kepolisian melalui Itwasda Polda NTT atas setiap keluhan pelayanan kepada Ombudsman NTT terkoordinasi dengan baik dan cukup cepat,” jelas Beda Daton.

Ombudsman RI Perwakilan NTT melaksanakan tugas dan fungsi penyelesaian laporan oleh Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL) dan Keasistenan Pemeriksaan, serta Keasistenan Pencegahan yang melaksanakan fungsi pencegahan maladminstrasi dalam pelayanan publik.

“Jumlah laporan masyarakat yang telah diselesaikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT sebanyak 86 laporan (65%), sedangkan dalam proses pemeriksaan sebanyak 45 laporan (35%). Pada tahun 2019, kami akan berupaya menyelesaikan laporan yang masih berproses dan mendorong beberapa Pemda untuk segera keluar dari Zona Merah Kepatuhan Pelayanan Publik,” tutup Beda Daton.

Penulis: Boni J

Darius Beda Daton Kota Kupang Ombudsman RI Perwakilan NTT
Previous ArticlePolres Kupang Gelar Upacara Bendera Peringati HUT Satpam
Next Article Pemkot Kupang Launching Lampu Jalan dan Hias

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.