Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Seorang Perempuan Hendak Bunuh Diri di Jembatan Wae Garit
NTT NEWS

Seorang Perempuan Hendak Bunuh Diri di Jembatan Wae Garit

By Redaksi9 Januari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat korban berada di depan ruangan IGD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng (Foto: Dok. Humas Polres Manggarai)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Seorang perempuan hendak melakukan bunuh diri di Wae Garit, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Rabu (09/01/2019).

Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Daniel Djihu mengungkapkan, kejadian percobaan bunuh diri tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 Wita.

Beruntung, aksi nekat percobaan bunuh diri tersebut dapat diselamatkan oleh anggota Brimob Sub Den 2 Den Pelopor Manggarai, Brigpol Moris Laana.

Saat itu, Brigpol Moris sedang melintasi jalan Ruteng – Mako Brimob Cancar dengan menggunakan mobil operasional Brimob.

“Korban berhasil diselamatkan saat sedang tertidur di atas jembatan dengan posisi muka menghadap ke atas, kedua tangan terikat menggunakan tali nilon warna biru,” ungkap Ipda Daniel.

Ia mengatakan, setelah menyelamatkan korban, Brigpol Moris langsung membawanya ke Mapolres Manggarai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Daniel, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pada pukul 09.00 Wita, korban dibawa ke RSUD dr. Ben Mboi oleh Kanit SPKT II Bripka Nyongen Titawano bersama anggota Polisi guna mendapat penanganan medis.

“Tiba di RSUD dr. Beb Mboi Ruteng korban diterima oleh perawat atas nama Vinsen di ruangan UGD,” kata Daniel.

Hingga kini, lanjut dia, motif korban nekat melakukan aksi bunuh diri belum dapat dipastikan. Sebab, saat ini korban belum dapat dimintai keterangan.

Identitas Korban

Kata Daniel, perempuan tersebut bernama Yulin. Ia adalah istri dari Ignas Jehaman, warga asal Compang Namut, Desa Compang Namut, Kecamatan Ruteng.

Informasi tersebut diperoleh Daniel dari Bripka Emilius Johan, Bhabinkamtibmas Desa Nao, Kecamatan Satarmese Utara.

Bripka Emilius datang menggali informasi tentang identitas korban di rumah mertuanya Dortea Mumul (50) di Compang Namut.

”Ibu Dortea Mumul memastikan bahwa pelaku percobaan bunuh diri tersebut adalah istri dari anaknya,” terang Daniel.

Dikatakan, Yulin sudah setahun tinggal bersama dengan suaminya Ignasius Jehaman tanpa ikatan perkawinan yang sah dan belum diurus secara adat Manggarai.

Yulin dan Ignasius Jehaman tinggal di rumah sendiri yang letaknya di belakang rumah dari Dortea Mumul. Keduanya hingga kini belum memiliki anak.

Kronologis

Berdasarkan keterangan Dortea Mumul yang dihimpun Polisi, sekitar pukul 08.00 Wita, Yulin berangkat dari rumahnya.

Ia hendak berangkat kerja di sebuah rumah makan di Kampung Ka, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong.

Sebelum berangkat Yulin diberikan uang transportasi oleh suaminya Ignasius Jehaman.

Setelah mengetahui kejadian percobaan bunuh diri tersebut, Ignasius Jehaman bersama ayahnya Rofinus Malut langsung bergegas menuju Wae Garit dan kemudian terus menuju RSUD dr. Ben Mboi Ruteng untuk mendampingi Yulin.

Menurut Daniel, Yulin jarang tinggal di rumah suaminya Ignasius Jehaman. Ia hanya sesekali datang tinggal, setelah itu kembali ke tempat kerjanya di rumah makan di Kampung Ka dan tinggal di sana. Informasi ini berdasarkan keterangan mertuanya Dortea Mumul.

“Ibu Dortea Mumul menerangkan bahwa selama ini pelaku tinggal bersama dengan saudara Ignasius Jehaman tidak pernah terjadi masalah,” ungkap Daniel.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleMenikmati Pariwisata NTT Saat Sunset, Purnama dan Sunrise (Part 1)
Next Article Menikmati Pariwisata NTT Saat Sunset, Purnama dan Sunrise (Part 2)

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.