Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Malaria dan DBD Merambah TTS, Dinkes Beri Peringatan Dini
KESEHATAN

Malaria dan DBD Merambah TTS, Dinkes Beri Peringatan Dini

By Redaksi14 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan TTS, Matilda Kase. (Foto: L. Uan/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe,Vox NTT-Dua minggu belakangan wabah penyakit malaria dan demam berdarah dengue (DBD) mulai merambah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupatem TTS, Matilda Kase yang diwawancarai VoxNtt.com, Senin (14/01/2019) kemarin, mengungkap data mulai mewabahnya malaria dan DBD di TTS.

Kabid P2P ini, merinci, sejak periode tanggal 01 Desember 2018 hingga 14 Januari 2019 ada 15 kasus DBD.

Sementara itu, untuk penyakit malaria ada 12 kasus. Khusus DBD, penyebaran paling banyak yaitu di Kota SoE dengan jumlah 11 kasus, Kecamatan Siso 2 kasus, Kie dan Batuputih 1 kasus.

  • Wartawan Ditolak Meliput, Direktur RSUD Pratama Komodo Pingsan
  • Kabupaten Manggarai Barat Terus Digempur Virus Dengue
  • Januari-Oktober 2017, Ini Total Kasus DBD di Nagekeo

Mencegah wabah dua penyakit endemik ini, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, jelas Matilda, telah mengeluarkan sistem kewaspadaan dini KLB DBD.

“Dinas Kesehatan TTS, sudah bangun sistem kewaspadaan dini dengan memberikan surat kepada semua Puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun swasta yang ada di wilayah TTS agar ikut mengantisipasi makin mewabahnya DBD maupun malaria,” jelasnya.

Dijelaskannya, bulan Januari sampai Maret merupakan waktu puncak wabah penyakit malaria dan DBD.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dokter Eirene Ina Dieke Ate, dalam surat himbauan kewaspadaan dini itu, juga meminta pihak rumah sakit dan Puskesmas di wilayah TTS intensif melakukan pemantauan harian, melakukan koordinasi lintas sektor maupun lintas program.

Selain itu, hal penting, jelas Matilda adalah penyuluhan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan yang bersih dan bebas dari sektor nyamuk malaria dan DBD.

“Kita berharap di musim hujan seperti ini, lokasi-lokasi yang kotor dan kumuh harus dibersihkan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD dan nyamuk anopheles untuk malaria,” imbau Matilda Kase.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

 

DBD TTS TTS
Previous ArticleWartawan Ditolak Meliput, Direktur RSUD Pratama Komodo Pingsan
Next Article Unwar Bali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.