Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Januari-Oktober 2017, Ini Total Kasus DBD di Nagekeo
KESEHATAN

Januari-Oktober 2017, Ini Total Kasus DBD di Nagekeo

By Redaksi18 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, dokter Ellya Dewi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Sejak Januari sampai Oktober 2017, Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo mencatat sedikitnya terdapat 7 kasus ‎Demam Berdarah Dengue (DBD).‎

Data itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan sampel darah.

“Dengan adanya kasus itu, kita tetapkan Kabupaten Nagekeo sebagai status waspada ‎DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, dokter Ellya Dewi saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dewi mengatakan, selain status waspada, total kasus DBD tergolong tinggi sehingga Dinas Kesehatan menetapkan Nagekeo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga masyarakat perlu berhati-hati dan waspada akan penyakit DBD.

Walaupun masih dalam tahap waspada, kata Dewi, namun pemerintah Kabupaten Nagekeo terus melakukan upaya dan tindakan preventif untuk menekan kasus DBD tersebut.

Pihak Dinas Kesehatan melakukan foging di beberapa titik yang secara medis dinyatakan positif DBD. Itu dengan radius hingga seratus meter.

Dewi menjelaskan pada saat melakukan fogging di lokasi, para petugas dari Dinas Kesehatan Nagekeo juga langsung memeriksa tempat-tempat penampungan air warga.

Menurut dia, saat diperiksa banyak ditemukan jentik-jentik nyamuk dalam air, khususnya di wadah yang tidak tertutup.

Saat ditemukan adanya jentik-jentik nyamuk, para petugas langsung membuang air tersebut usai diperiksa.

Menurut Dewi, kebiasaan warga selama ini selalu menampung air dalam kurun waktu yang cukup lama di jeriken atau ember, serta bak penampung yang tidak tertutup.

Kebiasaan itu dipicu oleh karena krisis air bersih yang dialami oleh warga masyarakat setempat.

Karena itu Dewi berharap agar kewaspadaan terhadap bahaya DBD, harus menjadi sebuah gerakan yang dilakukan oleh seluruh warga Kabupaten Nagekeo.

Gerakan itu tentu sejalan dengan kondisi perubahan cuaca yang tidak menentu, sehingga menyebabkan nyamuk penyebab DBD mudah berkembang biak.

Apabila tidak segera dilakukan langkah preventif, maka kasus ini akan terus bertambah sejalan dengan memasuki musim hujan hingga di bulan Maret 2018 mendatang.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticlePMKRI Ende Sumbang Peti Mati Kepada Polisi
Next Article Asty Dohu Dipecat, Niko Martin Sarankan Bawa ke PTUN

Related Posts

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Mantan Kabag Ops Polres Nagekeo Diduga Bawa Kabur Anak Usia 5 Tahun

28 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.