RSUD Pratama Komodo. (Foto: Ist).

Labuan Bajo, Vox NTT- Sejumlah wartawan dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik, Senin 14 Januari 2019 mendatangi RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Kehadiran sejumlah wartawan itu hendak meliput kasus KLB Demam Berdarah Dengue (DBD) di RS tersebut, yang akhir-akhir ini dikabarkan kian meresahkan. keresahan itu timbul karena dari waktu ke waktu jumlah pasien yang terkena virus Dengue kian meningkat.

Karena itu, kehadiran awak media untuk memastikan kabar jumlah pasien DBD yang jumlahnya terus meningkat itu.

Di RS (RSUD Pratama Komodo), para awak media bertemu dengan Direktur Umum, drg. Mikael Yaman.

Kepada media, drg. Mikael demikian ia disapa membenarkan informasi itu. Dia mengaku, setiap hari pasien DBD terus meningkat.

Dia pun menerangkan, pasien DBD yang rawat inap di RSUD sejak 01 Januari 2019 sebanyak 130 orang.

Baca: Kabupaten Manggarai Barat Terus Digempur Virus Dengue

Banyaknya pasien, kata drg. Mikael, membuat pihak RSUD tidak memberlakukan kamar kelas 1 dan 2.

drg. Mikael melanjutkan, di dalam satu ruangan bisa diperuntukkan 4-5 pasien.

“Kamar semua disamakan tanpa perbedaan kelas 1 atau kelas 2,” ungkapnya.

Usai bertemu Sang Direktur, para wartawan yang ingin memantau langsung kondisi pasien, meminta petugas medis menunjukan ruangan pasien DBD.

Namun, para petugas medis di ruangan lobi rawat inap menolak tanpa alasan yang jelas.

Padahal, mereka (wartawan) sudah meminta Izin kepada Direktur RSUD Pratama Komodo untuk meliput.

Tetapi dari gelagat dan gerak tubuh serta nada bicara para perawat itu sepertinya tidak mau para wartawan memasuki ruangan perawatan para pasien.

Atas dasar itu, sejumlah wartawan itu memilih untuk tidak meliput dan memutuskan untuk pulang.

Melihat hal itu, drg. Mikael Yaman yang sebelumnya masih medampingi awak media tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri di ruangan khusus para dokter.

Melihat kejadian itu, semua petugas RSUD kaget dan terdiam. Mereka pun tak memberikan berkomentar apa-apa.

Hingga berita ini diturunkan, para medis belum bisa menemui drg.Mikael.

Penulis: Sello Jome

Editor: Boni J