Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Usut Dugaan Korupsi Dana Sail Komodo, 30 Saksi Telah Diperiksa
NTT NEWS

Usut Dugaan Korupsi Dana Sail Komodo, 30 Saksi Telah Diperiksa

By Redaksi16 Januari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Korupsi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Pemriksaan kasus dugaan korupsi dana sail komodo 2013 silam masih terus dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Manggarai Barat (Kejari Mabar), Nusa Tenggara Timur.

Dalam mendalami kasus tersebut, Kejari Mabar telah memeriksa sedikitnya 30 orang saksi.

Saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (16/1/2019), Kepala Kejari Mabar Julius Sigit Kristanto mengatakan, pihaknya terus melanjutkan penanganan kasus dugaan korupsi sail komodo.

Sigit menjelaskan, ada 3 sumber anggaran yang dipakai dalam kegiatan tersebut. Ketiganya yakni anggaran APBD, APBN, dan Hibah sebanyak 11 Miliar lebih.

Sigit menjelaskan, dana 11 Miliar lebih itu dimasukkan dalam satu program kegiatan sail Komodo yang sama, sehingga dijadikan temuan.

“Dana APBN, APBD dan hibah kita minta audit dari BPK di Jakarta,” tuturnya.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan, ada alat bukti yang perlu diklarifikasi dan akan dikirim secepatnya.

“Alat bukti sudah kami klarifikasi dan kami akan kirim secepatnya alat bukti tersebut. Harapannya sampai akhir Februari sudah ada audit perhitungan kerugian Negara di BPK,” tegasnya.

Sigit menambahkan, jika audit BPK akan kerugian Negara sudah keluar, maka pihaknya akan segera melanjutkan perkaranya usai Pilpres dan Pileg 2019.

Hal itu dilakukan kata dia, agar menjaga situasi aman jelang Pileg dan Pilpres 2019.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Dana sail komodo Kejari Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleMoke, Mana Moke?
Next Article Di Maumere Belum Ada Rumah Makan Kuliner Khas Sikka

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.