Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Awalnya Divonis Gejala DBD, Kini Julio Telah Meninggal
HEADLINE

Awalnya Divonis Gejala DBD, Kini Julio Telah Meninggal

By Redaksi19 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Julio saat hendak diantar ke Bahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Mario Juliano Saputra (6) akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu 19 Januari 2019 Pukul 04.30 Wita. 

Ia meninggal di rumah kakeknya di Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.

Ibundanya, Maria Kurnia Melia Sairin mengisahkan, pada awalnya anak mereka mengalami panas tinggi pada 7 Januari 2019 lalu.

Melihat gejala itu, Maria langsung mengantar Julio, demikian disapa, ke Puskesmas Rekas.

“Saat diperiksa tim medis, Julio dinyatakan mengalami gejala DBD,” ungkap Maria.

Saat itu pula tim medis merujuk Julio ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

“Jam 1 siang kami langsung antar Julio ke Rumah Sakit Siloam,” tutur Maria dengan nada sedih.

Jenazah Julio saat berada di rumah duka di Roe (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)

Namun anehnya, hasil pemeriksaan dokter di RS Siloam tidak menemukan penyakit DBD ataupun penyakit lain.

Pada tanggal 9 Januari, dokter membolehkan Julio pulang dengan memberikan beberapa obat.

Sebelum pulang kata Maria, dokter berpesan agar pada tanggal 14 Januari Julio diperiksa kembali di RS Siloam.

Pada tanggal 14 Januari, Maria ingin membawa Julio ke RS Siloam. Namun karena ada halangan akhirnya diputuskan untuk diantar keesokan harinya.

Pada tanggal 15 Januari, barulah Maria mengantar Julio ke RS Siloam. Saat itu kondisi anaknya tidak dapat berjalan dan terpaksa menginap di RS Siloam guna pemeriksaan lanjutan.

Di Siloam dokter memeriksa cairan tulang belakang Julio. Namun hasil pemeriksaan dokter sama sekali tidak mendapatkan penyakit.

Tanggal 17 Januari, Maria memutuskan agar Julio sebaiknya dipulangkan ke rumah. Rencananya agar dapat dirawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Manggarai.

Namun, takdir berkata lain. Julio anak semata wayang mereka harus menghembuskan nafas terakhirnya di Roe pukul 04.30 Wita.

Kini jenazah almarhum telah diantar ke kampung ayahnya di Rahong, Kecamatan Ruteng untuk dimakamkan.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

DBD DBD Mabar
Previous ArticleTua Adat Tolak Hutan Wae Sele Dibabat untuk Proyek SUTT
Next Article PT ANS Gelar Natal dan Tahun Baru Bersama Warga Biboki TTU

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.