Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pendapatan Negara dari TN Komodo Terus Meningkat, Ini Rinciannya
Ekbis

Pendapatan Negara dari TN Komodo Terus Meningkat, Ini Rinciannya

By Redaksi26 Januari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pulau Komodo, salah satu destinasi wisata Favorit di NTT (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Sebagai salah satu kawasan wisata yang terkenal di mancanegara, jumlah pengunjung Taman Nasional (TN) Komodo terus meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun 2014 tercatat sebanyak 80.626 pengunjung, kemudian meningkat menjadi 95.410 pengunjung di tahun 2015, dan di tahun 2016 sebanyak 107.711 pengunjung.

Sementara itu dua tahun terakhir yaitu tahun 2017, tercatat sebanyak 125.069 pengunjung, dan 159.217 pengunjung di tahun 2018.

Melihat angka kunjungan wisatawan yang terus meningkat tersebut, berapa sih pendapat negara yang dihasilkan dari TN Komodo?

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Kamis (24/01/2019) menyebut tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp. 150.000,- dan wisatawan nusantara sebesar Rp. 5.000,-.

Dalam rilis tersebut, pihak KLHK mengklaim pendapatan negara setiap tahunnya terus meningkat.

“Berdasarkan PP. 12 tahun 2014 tentang Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP), maka penerimaan pungutan yang disetor oleh Balai TN. Komodo kepada kas negara juga meningkat, yaitu sebanyak Rp. 5,4 M di tahun 2014, Rp. 19,20 M di tahun 2015, Rp. 22,80 M di tahun 2016, dan Rp. 29,10 M di tahun 2017, hingga akhirnya tercapai sebesar Rp. 33,16 M di tahun 2018” jelas Wiratno, Direktur Jenderal KSDAE.

Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN. Komodo kata dia, telah berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang signifikan, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat dan wilayah di sekitarnya.

Selain komodo, saat ini terdapat 42 dive and snorkeling spot yang juga menjadi daya tarik bagi para wisatawa.

“Apabila pemerintah merencanakan penutupan sementara terhadap sebagian kawasan atau keseluruhan, maka akan dilakukan secara terencana, dengan memberikan tenggang waktu yang cukup, sehubungan dampak sosial ekonomi yang sangat besar,” terang Wiratno menanggapi pentingnya keberadaan TN. Komodo bagi masyarakat sekitar.

Saat ini masyarakat banyak terlibat sebagai penyedia jasa wisata, antara lain, tour operator yang mengoperasikan 157 kapal wisata, keterlibatan 94 guide dari masyarakat lokal, tingkat hunian 1.136 kamar hotel, lahirnya 4 hotel berbintang.

Rantai ekonomi tersebut disebut KLHK berpengaruh pada penghidupan masyarakat sekitar yang terlibat di sektor pariwisata.

Sementara Lembaga penelitian Sun Spirit Labuan Bajo, sebuah lembaga yang fokus memantau, meneliti dan mengadvokasi perkembangan pariwisata di Manggarai Barat menyebut, menyebut dalam kawasan Taman Nasional Komodo tidak hanya terdapat Komodo, sebaran titik snorkeling dan diving, tetapi juga terdapat warga masyarakat.

Sumber: sunspiritforjusticeandpeace.org

Warga masyarakat yang menjadi bagian dari wilayah administratif Kecamatan Komodo ini menyebar di tiga di Pulau yakni Pulau Komodo (kampung Komodo), Pulau Rinca (Kampung Rinca dan Kerora) dan Pulau Papagaran (Kampung Papagaran).

Berdasarkan data BPS Manggarai Barat 2017, total keseluruhan warga empat anak kampung ini mencapai 4.984 jiwa dari sebanyak 1.316  kepala keluarga (KK).

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Komdo Manggarai Barat
Previous ArticleMeraba Asa Ekonomi NTT di Tahun 2019
Next Article 60 Persen Lakalantas Maut di TTU Terjadi Akibat Miras

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.