Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Menteri Pariwisata Tolak Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo
NASIONAL

Menteri Pariwisata Tolak Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo

By Redaksi30 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Binatang Komodo yang sudah menjadi tujuh keajaiban dunia (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT –Menteri Pariwisata Arief Yahya kini merespon rencana Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menutup Taman Nasional komodo (TNK).

Seperti dilansir Tempo.co, Rabu (30/01/2019) Arief menilai, penutupan TNK sebagaimana diwacanakan Pemprov NTT tidak relevan dengan alasannya yakni, untuk meningkatkan populasi Komodo.

“Tidak relevan menutup Taman Nasional Komodo,” kata Arief di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.

Sebelumnya, seperti diberitakan berbagai media di NTT Gubernur VBL berencana menutup lokasi wisata TNK selama satu tahun.

VBL menjelaskan, tujuan menutup taman wisata yang sejak lama digemari wisatawan dunia itu adalah, untuk meningkatkan populasi komodo dan rusa yang menjadi makanan utama hewan purba tersebut.

Baca:

  • Penutupan Taman Nasional Komodo Kewenangan Direktorat Jenderal KSDAE KLHK
  • Pelaku Pariwisata Tolak Keras Rencana Gubernur Laiskodat Tutup Pulau Komodo
  • Infografik: Populasi Komodo dan Jumlah Pengunjung TNK
  • Infografik: Proyeksi Pengunjung TN Komodo di Tahun 2030

Menurut VBL, hal itu juga untuk menjaga habitat komodo yang langka serta untuk melindunginya dari kepunahan.

Sementara, menurut Arief rencana Gubernur NTT itu akan menyulitkan agen perjalanan wisata.

Kata dia, bila Taman Nasional Komodo ditutup, agen perjalanan akan kebingungan menawarkan paket wisatanya. “Mereka bergerak menjual, mengiklankan, lalu tiba-tiba ditutup, siapa yang tanggung jawab?” ujarnya.

Karena itu kata dia, Pemprov NTT harus memberikan kepastian akan hal itu. Jika ditutup, siapa yang akan menanggung kerugian agen perjalanan? “Kepastian itu yang lebih penting.” Tegas Arief.

Arief mengatakan, apa yang disampaikannya itu sesuai dengan yang pernah disampaikan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. “Pak JK bilang tidak relevan menutup Taman Nasional Komodo,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini sedang mempersiapkan rencana pertemuan dengan pihak terkait untuk membahas polemik TNK. “Sudah ada undangan dari Kementerian LHK,” katanya.

Penulis: Boni J

 

Komodo Labuan Bajo Taman Nasional Komodo Viktor Laiskodat
Previous ArticlePesisir Pantai Nagelewa Terkikis Ombak
Next Article 4.639 Warga Mabar Belum Rekam e-KTP

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.