Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pesisir Pantai Nagelewa Terkikis Ombak
Regional NTT

Pesisir Pantai Nagelewa Terkikis Ombak

By Redaksi30 Januari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pesisir Pantai Nagelewa terkikis ombak
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Wilayah pesisir Pantai Nagelewa di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo terus tergerus ombak laut.

Pantauan VoxNtt.com, kolam ikan bandeng, tempat garam, dan tempat ritual adat Suku Nataia kini hanya berjarak sekitar 4 meter dengan bibir Pantai Nagelewa. Padahal sebelumnya, jarak tempat-tempat ini dengan bibir pantai sekitar 3 kilometer.

“Kalau ini tidak segera ditangani, semua ekosistem yang ada di Pantai Nagelewa akan habis dibawa air laut. Karena saat ini dengan gelombang yang besar membuat pantai itu terus dikikis air laut,” ujar warga Desa Aeramo, Jack Mapa yang ditemui Voxntt.com di Pantai Nagelewa, Rabu (30/1/2019) pagi.

Mapa mengatakan, wilayah pesisir Pantai Nagelewa terancam hilang. Hanya dalam jangka waktu 2 minggu, bibir Pantai Nagelewa kehilangan 4 meter, akibat terkikis ombak.

“Saya sebagai generasi muda Nagekeo berharap, tolong pihak Pemerintah Nagekeo, DPRD Nagekeo atau lembaga-lembaga terkait untuk bisa meninjau secara langsung Pantai Nagelewa. Karena situasi bibir Pantai Nagelewa sudah emergency,” tukasnya.

”Kalau ini tidak segera diatasi, jangan harap lagi ada ikan bandeng, ada kepiting ada udang, ada siput dan ada garam di wilayah Desa Aeramo, semuanya akan tinggal kenangan,” sambung Mapa.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Desa Aeramo Nagekeo Pantai Nagelewa
Previous ArticlePolres Belu Gelar Festival Milenial Safety Road
Next Article Menteri Pariwisata Tolak Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.