Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Pelaku Pariwisata Tolak Keras Rencana Gubernur Laiskodat Tutup Pulau Komodo
Ekbis

Pelaku Pariwisata Tolak Keras Rencana Gubernur Laiskodat Tutup Pulau Komodo

By Redaksi23 Januari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Binatang Komodo yang sudah menjadi tujuh keajaiban dunia (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Wacana penutupan Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat selama satu tahun, memantik reaksi Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA)  Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Tak hanya ASITA Mabar, sorotan lain datang dari Persatuan Penyelam Profesional Komodo (P3K).

Baca Juga: HPI Mabar Tolak Rencana Gubernur NTT Tutup Pulau Komodo

Donatus Matur, ketua ASITA Mabar menyatakan, pihaknya menolak keras upaya Gubernur Laiskodat yang akan menutup Pulau Komodo di kawasan TNK selama satu tahun.

Menurut Matur, wacana yang dikeluarkan oleh Gubernur NTT tidak didasari oleh kajian-kajian dari lembaga berkompeten atau para ahli lingkungan.

“Wacana penutupan kawasan TNK oleh Gubernur NTT tanpa melalui kajian-kajian terlebih dahulu,” tegasnya kepada VoxNtt.com, Rabu (23/1/2019)

Matur beranggapan pernyataan Gubernur NTT meskipun sebatas wacana, telah membuat ketidaknyamanan informasi bagi dunia pariwisata. Dampaknya, kata dia, merugikan aktivitas pariwisata.

Padahal, lanjut dia, selama ini pariwisata di Mabar sudah banyak memberi dampak positif bagi masyarakat.

Terpisah, Marta Muslin  pelaku pariwisata dari Persatuan Penyelam Profesional Komodo (P3K) menegaskan, wacana Gubernur Laiskodat tentang penutupan Pulau Komodo di kawasan TNK adalah sebuah tindakan yang sangat ceroboh.

Marta menilai pernyataan Gubernur NTT yang ceroboh langsung berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, khususnya sektor pariwisata dengan semua supply chain-nya (rantai pasok).

Menurut dia, di tengah target 500 ribu visitor untuk NTT dengan promosi besar-besaran Menteri Pariwisata, pernyataan Gubernur NTT sangat kontraproduktif dan dampaknya masih akan dirasakan sampai akhir tahun.

Wisatawan mancanegara yang akan berlibur dan mengunjungi Labuan Bajo telah direncanakan sejak jauh-jauh hari, namun karena pernyataan Gubernur NTT tentu akan melakukan pembatalan bookingan. Kondisi ini, lanjutnya, akan merugikan para pelaku pariwisata di Mabar.

Marta menambahkan, Gubernur NTT harusnya sadar bahwa pariwisata memegang peran vital dalam hal konservasi kawasan secara finansial.

“Konservasi dan pariwisata sangat bisa berjalan bersama,” tegasnya.

Ia pun berharap agar Gubernur NTT mencabut pernyataannya tersebut sebelum kerusakan yang ditimbulkan semakin parah.

Baca Juga: Pariwisata Itu Kawan dan Bukan Musuh Konservasi

Hingga saat ini, pantauan VoxNtt.com masih banyak elemen-elemen masyarakat dan pelaku pariwisata di Mabar yang terus menyerukan penolakan terhadap rencana Gubernur NTT yang bakal menutup Pulau Komodo di kawasan TNK.

Menurut Gubernur NTT, rencana penutupan hanya akan dilakukan di Pulau Komodo. Hal ini akan terjadi ketika Pemerintah Pusat sudah menyetujui kerja sama pengelolaan kawasan wisata TNK dengan Pemerintah Provinsi NTT.

Gubernur NTT menilai, penutupan Pulau Komodo perlu dilakukan untuk tujuan pembenahan, terutama berkaitan dengan keberlangsungan hidup binatang Komodo.

 

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

 

Komodo Manggarai Barat
Previous ArticleDiduga Tak Bayar Upah Pekerja, Kepala Tukang di Oesapa Dipolisikan
Next Article Hari Gizi Nasional ke-59: Manusia adalah Apa yang Ia Makan

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.