Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Plt. Bupati Ngada Minta Masyarakat Waspada Terhadap DBD
KESEHATAN

Plt. Bupati Ngada Minta Masyarakat Waspada Terhadap DBD

By Redaksi30 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Pelaksana tugas (Plt) Bupati Ngada, Paulus Soliwoa meminta masyarakat di kabupaten itu agar waspada terhadap Demam berdara Dengue (DBD).

“Saya minta warga Ngada untuk tetap waspada terhadap DBD,” pinta Paulus saat menyampaikan sambutan pada syukuran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ngada, baru-baru ini.

Ia mengungkapkan, kasus DBD di Kabupaten Ngada telah menewaskan tiga anak. Karena itu perlu diwaspadai agar tidak ada lagi jatuh korban.

Ia menambahkan, untuk mencegah DBD perlu ada peningkatan kualitas sanitasi lingkungan berbasis masyarakat dengan melakukan kegiatan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur.

Pihak Paulus telah mengeluarkan edaran kepada sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah dan para camat agar menaruh perhatian serius terhadap persoalan DBD, sehingga lingkungan sekitar wajib dibersihkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru mengatakan, pencegahan dengan menguras air tidak cukup untuk mencegah telur nyamuk tinggal bersama manusia. Tindakan menguras perlu didukung dengan menutup segala tempat penampungan air.

Sedangkan, mengenai tindakan mengubur barang bekas, sebenarnya dapat diikuti dengan aksi menggunakan kembali atau mendaur ulang barang yang sudah tak terpakai.

Selain mengubur, menguras dianjurkan juga untuk menggunakan kelambu menutup tempat tidur. Hal itu untuk menghalangi nyamuk jenis apapun mendekat saat tidur.

Tindakan lainnya, kata Agustinus, adalah dengan menggunakan predator biologis untuk jentik nyamuk, seperti ikan. Ikan yang dipelihara di kolam besar akan menjadi predator jentik nyamuk.

“Peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan, ini dari masyarakat untuk masyarakat. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama memberantas penyakit,” katanya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

DBD DBD Mabar DBD Ngada
Previous Article4.639 Warga Mabar Belum Rekam e-KTP
Next Article FKUB Ngada Imbau Umat Sukseskan Pemilu 2019

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.