Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PSMTI TTS: Imlek Momen Merajut Persaudaraan
NTT NEWS

PSMTI TTS: Imlek Momen Merajut Persaudaraan

By Redaksi4 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tianghoa Kabupaten Timor  Tengah Selatan (PSMTI TTS), E. Roberth Tan (Foto: L. Ulan/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT- Ketua Paguyuban Sosial Marga Tianghoa Kabupaten Timor Tengah Selatan (PSMTI TTS), E. Roberth Tan mengatakan, tahun baru Cina atau Imlek adalah momen merajut persaudaraan.

Roberth Tan mengatakan hal tersebut terkait perayaan Imlek tahun 2019 yang jatuh pada 5 Februari.

Di Kabupaten TTS, kata dia, Imlek tahun 2019 tidak dilaksanakan secara komunitas. Perayaan hanya dilakukan dalam keluarga masing-masing.

“Paling inti adalah duduk makan bersama di dalam keluarga. Ini tujuannya untuk semakin memupuk rasa persatuan anggota keluarga. Imlek untuk merajut rasa persaudaraan,” jelas Roberth Tan saat diwawancarai VoxNtt.com, Senin (4/2/2019) siang.

Biasanya, jelas dia, pada hari Imlek keluarga-keluarga  akan melakukan pembersihan di dalam rumah sejak pagi hari.

Hal ini memiliki makna pembersihan diri atas berbagai kesalahan di tahun sebelumnya.

“Dan, menyambut tahun baru dengan hati yang baru. Artinya ada pembersihan hidup,” jelasnya.

Sesuai rencana, jelas Roberth Tan, Imlek akan dirayakan secara bersama pada 19 Februari 2019 mendatang.

“Perayaan Imlek secara bersama tanggal 19 Februari bertepatan dengan “Cap Go Meh” yang merupakan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan tahun baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia,” jelas pemilik Hotel Bahagia 2 SoE ini.

Roberth Tan menambahkan, PSMTI sebagai bagian dari TTS akan terus merajut keberagaman dalam rangka mendukung pembangunan, baik di skala nasional maupun di tingkatan lokal.

“Butuh kerja sama untuk membangun daerah TTS. Marga keturunan Tianghoa tentu tetap ikut berperan dengan caranya sendiri dalam membangun daerah ini,” pungkasnya.

Ia mengaku, PSMTI TTS baru saja terbentuk di TTS. Di langkah awalnya, baru-baru ini menghelat Natal  bersama tingkat Kabupaten TTS.

 

Penulis: L.Ulan
Editor: Ardy Abba

Imlek TTS
Previous ArticleDana Desa Kabupaten TTU Tahun 2019 Naik Rp 22 Miliar
Next Article Peternakan Ayam Tebar Bau Busuk, Warga Mena Ruteng Resah

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.