Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Di Belu, Jumlah Angka Kematian Ibu Terus Meningkat
KESEHATAN

Di Belu, Jumlah Angka Kematian Ibu Terus Meningkat

By Redaksi6 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Belu, Wilybrodus Lay saat memberikan arahan kepada para Kepala Puskesmas dan sejumlah tenaga kesehatan di Belu (Foto: Marcel Manek/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT-Jumlah angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Belu terus meningkat sejak tahun 2016.

Fakta tersebut diungkap Bupati Belu,Wilybrodus Lay dalam kegiatan rapat koordinasi bersama para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Belu di Aula Lantai Satu Kantor Bupati Belu, Rabu(06/02/2019).

Rapat koordinasi yang melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu,Theresia M Saik dan perwakilan RSUD Atambua itu membahas mengenai tiga masalah kesehatan yang  angkanya terus meningkat yakni, AKI, kasus kurang gizi dan penderita Deman Berdarah Dengue (DBD).

Wily dalam kesempatan tersebut mengatakan, kasus ibu meninggal akibat melahirkan terus meningkat dari tahun  ke tahun.

Dia membeberkan, pada tahun 2016 terjadi 3 kasus. Sementara tahun 2017 terjadi 6 kasus dan 2018 ada 9 kasus. Selanjutnya, hingga awal Februari 2019 sudah terjadi 3 kasus kematian ibu.

Menurut Wily, AKI terus meningkatkan disebabkan karena masyarakat kurang sadar untuk melakukan pemeriksaan saat hamil.

Sebab itu, dinas teknis terkait perlu melakukan evaluasi terkait kasus AKI yang terus meningkat ini.

“Angka kematian ibu dan anak semakin tinggi maka perlu kita segera lakukan pencegahan. Ini dari tahun ke tahun bukan menurun tapi malah meningkat,” katanya di hadapan para wartawan di Atambua.

Ditanyai mengenai penyebab utama terjadinya kasus kematian ibu, Bupati Wily mengatakan bahwa penyebabnya kompleks.

“Penyebabnya kompleks baik dari masyarakat maupun dinas,” ujar Wily.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Belu,Theresia Saik membenarkan AKI di kabupaten itu terus meningkat sejak tiga tahun terkhir.

Theresia mengatakan, walaupun angka kelahiran tidak mencapai per 100 ribu, namun kasus kematian terus meningkat.

Menurut dia, hal tersebut tidak hanya semata karena kelalaian Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Belu, namun sikap masyarakat yang apatis memberi kontribusi terus meningkatnya AKI

“Angka kematian ibu terus meningkat. Kita belum bisa menghitung karena kita tidak memiliki angka kelahiran per 100 ribu. Kita hanya bisa menghitung jumlah kematian ibu dan bayi. Pada saat ini,hingga awal Februari sudah asa tiga ibu yang meninggal dan ini tanggung jawab kita semua,” jelas Theresia.

Terkait kasus kematian ibu yang terus meningkat,Theresia menhimbau masyarakat Kabupaten Belu agar memeriksakan diri ke sarana kesehatan yang tersedia bila hamil.

Hal tersebut dilakukan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kematian ibu atau bayi.

Theresia mengaku saat ini pihaknya tengah berusaha untuk menambah tenaga kesehatan dan sarana dan prasarana kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik.

 

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Dinkes Belu
Previous ArticleDiduga Terlibat Politik Praktis, Oknum Camat di TTU Terancam 1 Tahun Penjara
Next Article Diduga Peras Kepala Desa, Tiga Oknum Wartawan Dipolisikan

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.