Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Optimalisasi Irigasi Butuh Peran Aktif P3A dan Kelompok Tani
Regional NTT

Optimalisasi Irigasi Butuh Peran Aktif P3A dan Kelompok Tani

By Redaksi7 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rapat Koordinasi Pengaturan Air dan Penerapan Kalender Tanam di Aula Setda Nagekeo, Kamis (7/2/2019) (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do mengatakan, kabupaten itu memiliki dataran irigasi yang sangat luas.

Di Kabupaten Nagekeo, sebut Bupati Don, ada irigasi Mbay Kanan dan Mbay Krii seluas kurang lebih 5.000-6.000 hektare.

Menurut dia, untuk mengoptimalisasikan dataran irigasi ini membutuhkan peran aktif Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A) dan Kelompok Tani (Poktan) binaan.

“Di dataran irigasi ini terdapat 42 P3A dan 120 Poktan binaan Dinas Pertanian,” ujar Bupati Don saat membuka rapat koordinasi pengaturan air dan penerapan kalender tanam di Aula Setda Nagekeo, Kamis (7/2/2019).

Hadir dalam rapat itu Kepala Dinas Pertanian, para Lurah, PPL, Ketua P3A, dan ketua Poktan di wilayah irigasi Mbay.

“Kalau kita punya niat untuk mengorganikkan sawah kita, supaya  produk  beras menjadi produk unggulan, ditambah dengan olahan domba muda bisa menjadi kuliner level tertinggi, di hotel-hotel berbintang seperti Labuan Bajo, maka perlu penguatan melalui P3A dan Poktan,” kata Bupati Don.

Ia juga mengatakan, Kabupaten Nagekeo memiliki jumlah ternak sapi yang cukup banyak. Kotoran dan urin ternak dapat dimanfaat sebagai pupuk organik cair dan insektisida organik untuk irigasi.

“Sebagaimana ketika saya mengunjungi Kelompok Tani Tunas Baru Marapokot, pada saat hari libur, Selasa, 05 Februari 2019. Kelompok Tunas Baru memiliki 20 ekor sapi yang dapat menghasilkan urine 100 liter/hari. Kalau kita beli insektisida organik 1 liter di pasar seharga 100 ribu rupiah, berarti kita sudah mendapat keuntungan perhari sepuluh juta rupiah,” imbuh Bupati Don.

Guna mengontrol mutu ternak, Bupati Don menegaskan kepada dinas teknis untuk melakukan isolasi ternak.

“Bahkan kita harus naik level dengan cara penggemukan, supaya kita bisa kontrol bobot dagingnya. Kepada Kepala Dinas Perhubungan segera memperbaiki kendaraan-kendaraan yang ada, untuk mengangkut jerami di sawah sebagai makanan cadangan ternak di musim kemarau atau kita antar ke tempat – tempat pakan ternak,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas pertanian Kabupaten Nagekeo, Wolfgang Lena mengatakan, sasaran yang ingin dicapai dalam proses penerapan kalender tanam serta pergiliran tanam di daerah irigasi Mbay adalah untuk memperbaiki struktur tanah, pemutusan rantai hama dan penyakit,  serta peningkatan produktivitas petani.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Bupati Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleIni 9 Rekomendasi RDP DPRD dan Pemkab TTS
Next Article Polisi Telah Laporkan Kasus Dugaan Gratifikasi DPRD Ende ke KPK

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.