Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Belum Dua Bulan, Penderita DBD di Matim Bertambah
KESEHATAN

Belum Dua Bulan, Penderita DBD di Matim Bertambah

By Redaksi11 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3), Dinas Kesehatan Kabupaten Matim, Regina Malon (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Belum sampai dua bulan, penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kian bertambah.

Sebelumnya, Jumat 25 Januari 2019 lalu, pasien yang didiagnosis DBD di kabupaten itu, berjumlah 31 orang.

Namun, hingga Senin (11/2/2019), jumlah penderita DBD, bertambah menjadi 71 orang.

Artinya, dalam tempo lebih dari minggu, penderita DBD di Matim mengalami penambahan sebanyak 40 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3), Dinas Kesehatan Kabupaten Matim, Regina Malon saat konfirmasi VoxNtt.com, Senin (11/2/2019), membenarkan hal itu.

Dalam laporan tertulisnya, Regina mengatakan, tren DBD meningkat  karena curah hujan saat ini  meningkat.

Diakuinya, nyamuk Aedes Egiptypembawa virus DBD berkembang biak pada waktu musim hujan, karena banyak wadah atau tempat yang berisi air hujan, tempat untuk bertelur nyamuk itu.

“Apalagi kalau nyamuknya banyak maka satu penderita bisa digigit lebih dari satu nyamuk adesegipty sehingga penularan ke orang lain makin banyak,” imbuhnya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat segera melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M (menguras, menutup, memanfaatkan kembali sampah yang masih bisa didaur ulang).

Kata dia, hanya dengan PSN 3M, mampu memutuskan rantai penularan nyamuk aedes egipty dibandingkan dengan cara fogging.

“Fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa tetapi tidak menghilangkan sumber/jentik nyamuk aedes egipty,” tukasnya.

 

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

DBD DBD Matim
Previous ArticleSatgas YonMek 741/GN Terima 48 Senpi dan 350 Butir Amunisi dari Masyarakat
Next Article 1.785 Liter Miras yang Dimusnahkan Polsek Kuwus Disita dari Tangan Pengepul

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.