Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN Mayor Inf. Hendra Saputra (mengenakan selendang) saat diwawancarai awak media di Aplal, Senin, 11 Februari 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
alterntif textalterntif text

Kefamenanu, Vox NTT-Dalam dua bulan terakhir Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN berhasil mengumpulkan 48 pucuk senjata api (senpi) dan 350 butir peluru dari masyarakat.

Ke-48 pucuk senpi yang diserahkan oleh masyarakat Kabupaten TTU dan Malaka itu dengan rincian dua pucuk senpi standar oragnik yakni jenis revolver dan shastapa M48. Sedangkan senpi lainnya itu berupa Springfield.

“Jadi dalam dua bulan ini kami sudah berhasil mengumpulkan 48 pucuk senjata dan 350 butir amunisi dari masyarakat,” jelas Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Hendra Saputra saat diwawancarai awak media usai acara peresmian bedah rumah di Aplal, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis Kabupaten TTU, Senin (11/02/2019).

Mayor Hendra menjelaskan, selain senpi dan peluru, dalam dua bulan terakhir pihaknya juga berhasil menggagalkan sejumlah aksi pnyelundupan ke RDTL.

Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN saat menerima senjata yang diserahkan warga beberapa waktu lalu (Foto: Istimewa)

Itu di antaranya; aksi penyelundupan 4 unit mobil dan 1,6 ton BBM, serta sembako.

Selain itu juga, tambah Mayor Hendra, pihaknya juga berhasil menggagalkan aksi penyelundupan pakaian bekas (rombengan) dari Timor Leste ke Indonesia melalui jalur Oepoli.

alterntif text

“Semua barang bukti sudah kita amankan di Mako Satgas di Eban sekarang, sesuai aturan semua barang bukti harus kita musnahkan, tapi nanti kita melihat kondisi ke depannya lagi,” tandasnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba