Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3), Dinas Kesehatan Kabupaten Matim, Regina Malon (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Borong, Vox NTT- Belum sampai dua bulan, penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kian bertambah.

Sebelumnya, Jumat 25 Januari 2019 lalu, pasien yang didiagnosis DBD di kabupaten itu, berjumlah 31 orang.

Namun, hingga Senin (11/2/2019), jumlah penderita DBD, bertambah menjadi 71 orang.

Artinya, dalam tempo lebih dari minggu, penderita DBD di Matim mengalami penambahan sebanyak 40 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3), Dinas Kesehatan Kabupaten Matim, Regina Malon saat konfirmasi VoxNtt.com, Senin (11/2/2019), membenarkan hal itu.

Dalam laporan tertulisnya, Regina mengatakan, tren DBD meningkat  karena curah hujan saat ini  meningkat.

Diakuinya, nyamuk Aedes Egiptypembawa virus DBD berkembang biak pada waktu musim hujan, karena banyak wadah atau tempat yang berisi air hujan, tempat untuk bertelur nyamuk itu.

“Apalagi kalau nyamuknya banyak maka satu penderita bisa digigit lebih dari satu nyamuk adesegipty sehingga penularan ke orang lain makin banyak,” imbuhnya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat segera melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M (menguras, menutup, memanfaatkan kembali sampah yang masih bisa didaur ulang).

Kata dia, hanya dengan PSN 3M, mampu memutuskan rantai penularan nyamuk aedes egipty dibandingkan dengan cara fogging.

Fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa tetapi tidak menghilangkan sumber/jentik nyamuk aedes egipty,” tukasnya.

 

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba