Ruteng, VoxNTT.com – Sebuah insiden ambruknya plafon terjadi di ruang poli rawat jalan Puskesmas Narang, Desa Hilihintir, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, beberapa hari lalu. Peristiwa itu terjadi saat petugas tengah melayani pasien.
Tidak ada korban dalam insiden tersebut. Petugas dan pasien berhasil menghindar saat plafon runtuh.
Kondisi itu memicu sorotan dari petugas Puskesmas Narang terhadap proyek rehabilitasi bangunan yang baru selesai dikerjakan sekitar lima bulan lalu.
Seorang petugas Puskesmas Narang, Fendi Tulis, meminta kontraktor segera memperhatikan kerusakan tersebut dan melakukan perbaikan.
Ia menyebut keselamatan petugas dan pasien harus menjadi prioritas utama demi menjaga kenyamanan pelayanan kesehatan.
Menurut Fendi, bangunan Puskesmas Narang baru direhabilitasi beberapa bulan lalu. Namun, ia menilai pengerjaan proyek dilakukan secara asal-asalan sehingga kerusakan kembali muncul.
Ia mengatakan ventilasi jendela di ruang rawat inap diduga tidak dikerjakan secara tuntas dan beberapa kali jatuh hingga hampir mengenai petugas. Selain itu, pemasangan ventilasi disebut tidak menggunakan scrub pengancing dan hanya ditempel begitu saja.
“Kami sudah lapor ke Pejabat Pembuat Komitmen beberapa bulan lalu. Proyek ini diduga belum tuntas, PHO nya Desember dan kerusakannya sudah terlihat sejak Februari. Terkait proyek ini masalahnya masih banyak,” ujar Fendi saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis malam, 14 Mei 2026.
Fendi juga mengaku telah mengunggah kondisi kerusakan di Puskesmas Narang melalui media sosial pribadinya untuk menarik perhatian publik, khususnya terkait pengawasan proyek.
“Proyek harus diawasi dengan baik untuk menjaga kualitas pengerjaan. Insiden plafon ambruk itu terjadi berulang saat sedang berlangsungnya pelayanan. Situasi darurat ini menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran,” tulis Fendi dalam keterangan unggahan media sosialnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Anselmus, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait ambruknya plafon tersebut dari Puskesmas Narang.
Ia menyebut Dinas Kesehatan akan turun langsung untuk mengecek kondisi bangunan.
“Kami sudah dapat infonya. Nanti kami akan turun langsung untuk mencek kondisi plafon yang ambruk, sekitar hari Senin atau hari Selasa. Mungkin itu sementara dari kami,” ujar Anselmus singkat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen proyek rehabilitasi Puskesmas Narang tahun 2025 belum memberikan keterangan. Informasi terkait nilai pagu anggaran maupun sumber pendanaan proyek juga belum diperoleh.
Penulis: Berto Davids

