Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»KIR SMPK Fransiskus Ruteng Rayakan HUT ke-3
Seni dan Budaya

KIR SMPK Fransiskus Ruteng Rayakan HUT ke-3

By Redaksi17 Februari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pentas musik saat HUT KIR SMPK St. Fransiskus Ruteng ke-3
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMPK St. Fransiskus Ruteng, Kabupaten Manggarai merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-3 di aula sekolah tersebut, Kamis  (14/2/2019).

Perayaan HUT yang dikemas dalam  malam kreativitas  tersebut dimulai pukul 21.00 Wita.

KIR sendiri sudah terbentuk  sejak lembaga  SMPK St. Fransiskus Ruteng didirikan.  Namun,  HUT KIR tidak pernah dirayakan.

Berdasarkan inisiatif para pembina KIR dan setelah melakukan konfirmasi kepada penghulu KIR Pastor Endik Suryadi, Pr dan Fr. Yohan Enggong, S. Fil.  menetapkan tanggal 14 Februari sebagai HUT KIR.

“Saya berinisiatif untuk menetapkan HUT KIR secara resmi agar kita memiliki hari dan tanggal yang tetap untuk merayakan Ultah KIR,”  kata Fr. Arwin selaku pembina KIR dalam tatap muka bersama anggotanya.

Anggota KIR SMPK St. Fransiskus Ruteng pose bersama saat perayaan HUT ke-3

Menurut Fr. Arwin, kegiatan ini dihadiri oleh Pastor Ferdy Usman, Pr, selaku kepala SMPK  Fransiskus Ruteng, Fr. Arwin Nasrani, S. Fil, Ibu Ijen Carolina, S.Pd selaku pembina KIR,  bapak ibu guru dan pegawai, serta siswa siswi SMPK St. Fransiskus Ruteng.

Selain merayakan HUT ke-3,  kegiatan ini juga dilaksanakan untuk menerima awak KIR baru yakni siswa siswi kelas VII di tahun 2019.

Anggota KIR baru berjumlah 40 siswa. Mereka memiliki minat di bidang menulis puisi, cerpen, dan menulis opini.

Selain itu, KIR dijadikan sebagai wadah untuk mengembangkan skill siswa di  bidang olah vokal dan tarian.

Fr. Arwin menjelaskan, jenis-jenis acara yang dipentaskan saat perayaan HUT tersebut yakni: puisi, balas pantun, cerpen, lawak, musikalisasi puisi, lagu, refleksi tentang kehidupan, dan dance.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMPK Fransiskus Ruteng, Pastor Ferdy Usman, Pr. Selanjutnya, diisi  dengan acara pemotongan kue ultah.  Kegiatan ini dimeriahkan oleh Xaverian Band XVIII.

Kata Fr. Arwin,  anggota band ini terdiri dari siswa siswi kelas VII dan VIII yang tergolong dalam kelompok minat musik instrumental.

Kepala SMPK Fransiskus Ruteng, Pastor Ferdy Usman, Pr, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada KIR.

“Selamat merayakan hari  ulang tahun, semoga KIR tetap menjadi kelompok yang mengharumkan reputasi sekolah,” ucap Pastor Ferdy.

“Kita patut berbangga bahwa pada malam hari ini,  kita mengambil bagian dalam perayaan emas KIR ada di Indonesia,” sambungnya.

Kepala SMPK Fransiskus Ruteng, Pastor Ferdy Usman, Pr, saat menyampaikan sambutan pada acara HUT KIR ke-3

Menurut sejarah,  kata Pastor Ferdy, awalnya KIR atau youth Science Club (YSC)  dibentuk untuk remaja berusia 12 – 18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963.

Di Indonesia YSC dikenal dengan sebutan Kelompok Ilmiah Remaja ( KIR). KIR terbentuk atas inisiatif dari remaja Indonesia sendiri.

Diawali tahun 1969,  harian koran harian berita Yudha membentuk remaja Yudha Club (RYC).

Selanjutnya,  setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami perubahan,  RYC berubah menjadi KIR.

Pastor Ferdy melanjutkan, di tingkat nasional, KIR merayakan HUT emas dan di SMPK St. Fransiskus merayakan HUT ke-3.

Dikatakan,  KIR merupakan salah satu kelompok minat yang ada di SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng.  KIR telah dihidupi sejak lembaga tersebut didirikan.

Tujuan utama kelompok ini adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang tulis menulis. Itu seperti: menulis opini, cerpen, puisi dan karya ilmiah lainnya.

Beberapa acara yang telah dijalankan oleh kelompok KIR yakni: mengadakan pentas kreatifitas siswa di SMPK Fransiskus.

Acara itu, kata Pastor Ferdy, dilakukan di luar sekolah yakni kafe the Mbembos.

Pastor Ferdy menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah melatih  siswa mengekspresikan diri dengan karya-karya yang mereka hasilkan sendiri.

Selain itu, melatih siswa-siswi untuk menjaga keseimbangan antara menulis dan mempresentasikan hasil tulisannya di panggung.

“Jadi,  semua teori yang didapat di kelas diejawantahkan dalam karya- karya sederhana hasil pemikiran siswa sendiri,” katanya.

 

Sumber: Press Release
Editor: Ardy Abba

SMPK Fransiskus Ruteng
Previous ArticleSangrai Kopimu dengan Kuali Tanah! Wanginya Sampai Tujuh Hari
Next Article Yefta, Pejuang Budaya Literasi di Rumah Baca Sahabat Jiwa Kampung Kaniti

Related Posts

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025

Bundaran Patung Kristus Raja Kumba Disulap Menjadi Lebih Semarak dan Berkilau di Malam Hari

12 Desember 2025

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

6 Desember 2025
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.