Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Satu Rumah Warga di Matim Tertimbun Longsor
Regional NTT

Satu Rumah Warga di Matim Tertimbun Longsor

By Redaksi7 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah milik Gregorius Loni yang tertimbun longsor (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Salah satu rumah warga di Kampung Leke, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT tertimbun longsor, Rabu (6/3/2019) malam.

Gregorius Loni (53), pemilik rumah yang tertimbun tanah longsor, mengaku peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 Wita.

Pantauan VoxNtt.com, Kamis (7/3/2019) siang, hampir sebagian besar rumah Gregorius tertimbun tanah. Tampak dinding rumah bagian belakang yang terbuat dari pelupuh roboh.

Gregorius menuturkan saat longsor terjadi ia dan istrinya, Bernadeta Dawus sedang berada di dalam rumah.

“Kemarin itu hujan dari siang, saya dan istri berada di dalam rumah begitu longsor saya dan istri langsung lompat,” ujar ayah empat anak itu.

Dikatakannya, saat ini ia bersama keluarga terpaksa mengungsi di salah satu rumah tetangganya yang bernama Gaspar Ndala.

Gregorius pun berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan.

Bagian dalam rumah Gregorius Loni yang roboh tertimbun tanah (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

“Untuk saat ini kami hanya bisa berharap pada pemerintah pak, apalagi hujan ini belum redah,” tukasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Antonius Dergong mengaku, pihaknya segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

“Nanti saya telepon pegawai dulu supaya cek,” ujarnya saat dihubungi VoxNtt.com.

Dikatakannya, peristiwa itu harus segera dilaporkan kepada pemerintah desa setempat untuk kemudian diteruskan kepada Bupati Matim, Agas Andreas.

“Harus cepat buat surat,” ujarnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Kelurahan Tanah Rata Manggarai Timur
Previous ArticleTerancam Ditutup Gubernur Viktor, Begini Tanggapan Manajemen Sotis
Next Article Masa Depan Generasi Milenial NTT Ditentukan Kebijakan Politik Saat Ini

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.