Kendaraan roda empat dan dua sedang melintasi Jembatan Wae Kantor di Desa Tondong Belang yang longsor beberapa waktu lalu (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)

Labuan Bajo, Vox NTT-Kepolisian Resort Manggarai Barat (Polres Mabar) telah memberlakukan sistem buka-tutup pada titik longsor di ruas jalan Trans Flores.

Pasalnya, akibat hujan lebat mengguyur pada 7 Maret lalu, jalan Trans Flores di Kabupaten Mabar terjadi longsor di beberapa titik. Akibat longsor, jalan menuju kabupaten ujung barat Pulau Flores itu semakin menyempit dan licin, kendati sudah dibersihkan petugas.

Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono mengatakan, terhitung sejak Jumat (15/3) hingga Kamis (21/3), jalan Trans Flores diberlakukan sistem buka-tutup.

Sistem buka-tutup tersebut, kata Julisa, berlaku khusus untuk ruas jalan dari Labuan Bajo hingga Malawatar, Kecamatan Lembor.

Menurut dia, jalur tersebut akan dibuka pada ┬ápukul 06.00 – 18.00 Wita. Ruas Labuan Bajo-Malawatar ditutup pukul 18.00 – 06.00 Wita atau malam hari.

“Beberapa hari ke depan, kita berlakukan sistem buka – tutup. Jalur tersebut ditutup malam hari atau pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita dan buka kembali pada pukul 06.00 Wita-18.00 Wita,” ujar Julisa kepada VoxNtt.com, Sabtu (16/3/2019).

Ia menjelaskan, pemberlakuan sistem buka – tutup tersebut karena kondisi tanah masih labil di sejumlah titik longsor.

“Kita menghindari terjadinya longsor susulan yang terjadi tengah malam. Apalagi hingga saat ini, hujan deras masih terus terjadi di kawasan tersebut,” jelas Julisa.

Julisa menerangkan, pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan kondisi tersebut. Apalagi, jika bencana longsor terjadi pada malam hari, tentu akan menyulitkan proses evakuasi.

“Kita tidak mau ambil risiko apabila terjadi longsor tengah malam,” tegas Julisa.

Ia menambahkan, sistem buka – tutup selama beberapa hari ke depan dilakukan sampai kondisi tanahnya stabil atau kembali normal.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba