Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Elang Flores, Burung Langka di Dunia yang Terancam Punah
HEADLINE

Elang Flores, Burung Langka di Dunia yang Terancam Punah

By Redaksi21 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Flores hawk (Nisaetus Floris) is a rare bird in the world endangered (Photo: Indonesian Bird)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI telah menyusun strategi dan aksi konservasi, serta menetapkan pokja konservasi Elang Flores (Nisaetus Floris). 

Upaya tersebut, mengingat populasi raptor (burung pemangsa) endemik ini yang dianggap paling terancam punah.

Kementerian LHK bersama Balai Taman Nasional Kelimutu (TNK) Ende kemudian menggelar Workshop Burung Elang Flores dan Habitatnya, serta membentuk Pokja Elang Flores di Pesanggrahan Belanda Danau Kelimutu, Kamis (21/03/2019).

Kepala Balai TNK Ende, Persada Agussetia Sitepu mengatakan, rencana aksi dimulai dari pencanangan Pokja Nasional Elang Flores dari NTB dan NTT.

Kemudian dilakukan pengukuhan masyarakat pelindung pemandu burung di Desa Wolojita dan Desa Wologai, serta melakukan deklarasi bersama tentang pelestarian elang flores.

Ia mengatakan, Elang Flores merupakan burung langka di dunia yang sudah masuk dalam daftar merah oleh Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature).

IUCN juga telah menetapkan Elang Flores sebagai jenis kritis atau CR (Critically Endangered).

Pokja masyarakat peduli Elang Flores Wolojita (Foto: Ian Bala/ Vox NTT)

Untuk itu, Agussetia berharap kerja nyata Pokja, masyarakat serta Pemerintah dalam melakukan aksi konservasi tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian LHK, Ir. Wiratno, M.Sc usai itu.

Wiratno mengungkapkan, peran serta masyarakat adat dengan tradisi dan nilai-nilai budaya di Kabupaten Ende sangat diperlukan dalam upaya melestarikan Elang Flores dan Habitatnya.

“Jadi, masyarakat disini secara adat melindungi itu. Melindungi elang dan binatang lain di hutan sini,” ucap dia.

Wiratno berpesan agar setelah adanya pelestarian, dapat dilakukan dengan kerja nyata untuk membentuk jaringan regional di wilayah Nusa Tenggara.

Dengan jaringan itu, maka habitat Elang Flores yang menjadi kekhasan kawasan hutan dapat terjaga.

“Semoga nilai-nilai budaya dan adat masyarakat dapat memberi pengaruh dan rencana pelestarian Elang Flores,” kata Wiratno.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Elang Flores Ende
Previous ArticleDua Kontainer Surat Suara Tiba di Labuan Bajo
Next Article Saat Ansy Lema dan Pius Rengka Merajut Mimpi Generasi Milenial

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

PLN Sigap Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Flores Barat

27 Januari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.