Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tahun 2018, Hasil Penjualan Hortikultura dari Poktan di Manggarai Capai 9 Miliar
NTT NEWS

Tahun 2018, Hasil Penjualan Hortikultura dari Poktan di Manggarai Capai 9 Miliar

By Redaksi15 April 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Manggarai Deno Kamelus saat mengunjungi tempat penanaman hortikultura milik Poktan Kampung Wune, Desa Tungku, Kecamatan Cibal, Senin (15/04/2019) (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Bupati Manggarai, Deno Kamelus mengungkapkan hasil penjualan hortikultura dari sejumlah kelompok tani (Poktan) di kabupaten itu mencapai Rp 9 miliar pada tahun 2018 lalu.

Selanjutnya, sampai pada akhir Februari 2019 dalam catatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai sudah mencapai Rp 14 miliar dari penjualan hortikultura para petani.

“Jadi itu akumulasi dari beberapa kelompok tani. Yang 2017 itu kan ada 10 (Poktan), kemudian tahun 2018 ada tambah 10 lagi,” ujar Deno kepada sejumlah awak media saat mengunjungi tempat penanaman hortikultura milik Poktan Kampung Wune, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Senin (15/04/2019).

Kunjungan Deno ke tempat penanaman hortikultura milik Poktan Kampung Wune tersebut merupakan bagian dari kegiatannya saat berkantor di Desa Golo, Senin siang.

Dalam kesempatan tersebut, Deno menjelaskan, kunjungannya itu untuk memastikan program hortikultura di Poktan Kampung Wune.

Bagi dia, program Pemkab Manggarai di bidang hortikultura harus bisa bermanfaat bagi petani yang sudah tergabung dalam Poktan. Manfaat itu harus secara berkelanjutan.

“Bahwa kemudian mereka berubah drastis sampai pada ideal yang kita inginkan, ya inilah kenyataannya. Tapi saya kira tugas pemerintah adalah bagaimana memastikan mereka (para petani) dibina, dididik, diberi pengetahuan supaya mereka memilih ini sebagai salah satu sumber penghasilan,” ujar Deno.

Tujuan Berkantor di Desa

Salah satu program Pemkab Manggarai di bawah kepemimpinan Bupati Deno Kamelus dan Wakil Bupati Viktor Madur adalah berkantor di desa.

Saat berkantor di Desa Golo, Bupati Deno mengungkapkan sejumlah alasan Pemkab Manggarai melaksanakan program berkantor di desa.

Ia menjelaskan, berkantor di desa sebenarnya sedang menjalankan tugas keseharian Pemkab Manggarai langsung di desa.

Menurut Deno, dalam manajemen pembangunan, ada beberapa tahapan yang wajib dilakukan.

Itu antara lain; proses menggali informasi. Dalam manajemen pembangunan, jelas dia, Pemerintah perlu mengetahui langsung kebutuhan rakyatnya.

“Dalam rangka merencanakan kerja, tentu kita tahu dulu apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Harus lihat langsung, kita harus dapat informasi yang rakyat butuhkan. Harus mencari sebanyak mungkin informasi langsung dari masyarakat,” ujar Deno dalam sambutannya di hadapan ratusan warga Kampung Tungku, Desa Golo, Senin siang.

Setelah mendapatkan informasi banyak tentang kebutuhan masyarakat di desa, langkah selanjutnya adalah merencanakan pembangunan.

Langkah berikutnya, lanjut dia, adalah pelaksanaan pembangunan. Jadi, setelah ada perencanaan tentu akan disusul dengan implementasi.

Setelah itu ada pengawasan. Menurut Deno, program berkantor di desa juga bertujuan untuk memeriksa aset-aset pembangunan yang distribusikan ke desa.

”Apakah sudah sampai di desa. Bagaimana kondisinya apakah sudah berdampak pada kesejahteraan rakyat atau tidak,” kata Deno.

Deno melanjutkan, manajemen pemerintahan yang lain yakni melakukan evaluasi terhadap semua pembangunan sebelumnya.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Kamelus Deno
Previous ArticleRawan Politik Uang, Bawaslu Kota Kupang Gandeng Polisi dan Jaksa Patroli 24 Jam
Next Article Ketua KPU Matim: Penyelenggara Kami Semua dalam Posisi Siaga

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.