Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Peserta Apel Hardiknas di SMAN 2 Poco Ranaka Kenakan Pakaian Adat
Pendidikan NTT

Peserta Apel Hardiknas di SMAN 2 Poco Ranaka Kenakan Pakaian Adat

By Redaksi2 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta apel Hardiknas di SMAN 2 Poco Ranaka mengenakan pakaian adat Manggarai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong Vox NTT- Ada pemandangan yang berbeda saat apel Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan SMA Negeri 2 Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Kamis (02/05/2019). Seluruh peserta mengenakan pakaian adat Manggarai.

Para pelajar dan guru-guru di sekolah yang berada di Desa Ulu Wae, Kecamatan Poco Ranaka Timur itu mengenakan kain songket, salendang, sapu (kain penutup kepala bermotif batik untuk laki-laki), destar, dan lando andung (bali belo yang dipasang di kepala untuk perempuan) dan baju lengan panjang berwarna putih.

Pemakaian kostum adat Manggarai tentu saja berbeda dari sebelumnya saat apel perayaan Hardiknas yang setiap tahun dijalankan pada tanggal 2 Mei itu.

Kepala SMA Negeri 2 Poco Ranaka, Bernadus Hadu mengaku, baik para guru maupun peserta didik semuanya mengenakan seperangkat pakaian adat khas Manggarai. Itu mulai dari sarung songket, berbaju putih, dan saledang Congkar (khas Manggarai Timur).

“Peserta apel yang laki-laki, guru dan siswa mengenakan topi songke dan destar pada kepala. Sedangkan untuk ibu-ibu guru dan peserta didik wanita mengenakan lando andung. Apel pun berjalan dengan hikmat,” ucap Bernadus.

Ia menjelaskan, setelah apel bendera ada beragam acara yang dipentaskan oleh siswa untuk memeriahkan jalannya Hardiknas.

Peserta apel Hardiknas di SMAN 2 Poco Ranaka mengenakan pakaian adat Manggarai

Kegiatan tersebut, antara lain mulai dari tarian adat, puisi berantai yang bertemakan pendidikan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan Manggarai, pidato dalam bahasa Inggris, dan menyanyikan lagu perjuangan.

“Hal ini sejalan dengan tema pendidikan tahun 2019, ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’,” ungkapnya.

Ia berharap tema tersebut dapat diwujudkan oleh para guru dan peserta didik SMA Negeri 2 Poco Ranaka.

Itu terutama agar menjalankan roda pendidikan dengan tidak memarjinalkan kebudayaan, yakni kebudayaan Manggarai itu sendiri.

KR. Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleEmpat Kecamatan di Ende Belum Rampung, Pleno Kabupaten Tetap Digelar
Next Article UKM di Mabar Didorong untuk Kembangkan Produk Lokal

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.