Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Bupati Nagekeo: O2SN Jadi Dasar Pembentukan Karakter Siswa
Pendidikan NTT

Bupati Nagekeo: O2SN Jadi Dasar Pembentukan Karakter Siswa

By Redaksi8 Mei 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan O2SN tingkat Kabupaten Nagekeo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do menegaskan, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) menjadi dasar dalam pembentukan karakter siswa dalam menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Rujukannya, kata dia, ada pada sejarah di balik semboyan  Latin “mens sana in corpore sano” (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat).

Hal itu ditegaskan Bupati Don saat membuka kegiatan O2SN SMP tingkat Kabupaten Nagekeo di Pusu,  Desa Selalejo, Kecamatan Mauponggo, Selasa (07/05/2019).

Ia menjelaskan, dengan tagline “NTT Bangkit, Nagekeo Berubah” diharapkan  para guru memperhatikan perubahan sistem pembelajaran di kelas dengan metode mengajar yang bervariasi.

Lalu, perubahan dalam meyakini peserta didik dari aspek pengetahuan (kognitif), aspek perilaku, budi pekerti (afektif) dan aspek keterampilan skill (psikomotorik).

“Ketiga domain yang ada merupakan fondasi yang kuat untuk menciptakan generasi muda kita yang handal, kompetitif. Saya mengamati postur kecil-kecil,  kondisi peserta didik dengan tinggi yang berbeda-berbeda, tugas bapak dan ibu guru untuk membimbing, mengarahkan, supaya selalu makan pagi,  makan makanan yang bergizi  itu membuat anak-anak cerdas, teristimewa ibu-ibu untuk memperhatikan gizi pada saat sementara  hamil,  kita memberi tempat istimewa saat ibu hamil,  membantu segala sesuatu jangan memberikan beban pada ibu-ibu. Jagalah lingkungan rumah/keluarga dengan baik, supaya dapat menghasilkan generasi yang sehat, kuat dan cerdas,” pintanya.

Kegiatan O2SN tersebut dihadiri oleh duta-duta SMP dari tujuh Kecamatan. Ketujuhnya yaitu; Nangaroro, Keo Tengah, Mauponggo, Boawae, Aesesa Selatan, Aesesa dan Wolowae.

Bupati Don menambahkan, pemilihan kegiatan O2SN di Pusu, Desa Selalejo, Kecamatan Mauponggo, untuk menggetarkan seluruh sumber daya. Selain itu untuk memperhatikan infrastruktur jalan dari Kotakeo sampai Pusu Selalejo hingga Lowo Kana.

Kata dia, jalan sudah gusur dan diperlebar, sehingga kendaraan roda empat saat berpapasan tidak mengalami kesulitan.

“Pada momentum ini, dapat saya sampaikan bahwa di wilayah Pusu ada 2300 jiwa, ada 16 anak kampung, ada 4 desa : Desa Selalejo, Desa Selalejo Timur, Desa Selalejo Barat dan Desa Selalejo Selatan. Namun tidak ada yang terwakili di DPRD, ini menjadi perhatian untuk 5 tahun ke depan. Ada enam cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu sepak bola, bola voli,  bulu tangkis, sepak takraw, pencak silat dan atletik. Buat anak-anak ku sekalian, raihlah prestasimu,  jagalah sportivitas, agar O2SN ini berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” imbuh Bupati Don.

Bupati Don juga memberikan ucapan terima kasih kepada para kepala sekolah dan para guru yang telah menggerakkan peserta didik untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang sangat bermartabat tersebut. Hal ini tentu saja demi masa depan  generasi yang sehat jasmani dan rohani.

”Terima kasih untuk para mosa laki dan semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara dapat dilaksanakan, teristimewa jalan Kotakeo, Pusu, Ua yang paling berat di  Lia moka dan Lowo Kana sebagai penghubung Pusu Selalejo dengan Desa Woewolo, sudah digusur dan diperlebar,  lokasi sudah bisa dilewati dengan peristiwa O2SN ini,” ujarnya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Johanes Don Bosco Do Nagekeo
Previous ArticleTerkesan Sentralistik, Formapp Mabar Gelar Aksi Tolak BOP
Next Article Dugaan Kasus Suap, Melchias Mekeng Dipanggil KPK

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.