Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tabiat Para Siswa Usai Pengumuman UN, dari Coret Seragam Hingga Ugal-Ugalan
HEADLINE

Tabiat Para Siswa Usai Pengumuman UN, dari Coret Seragam Hingga Ugal-Ugalan

By Redaksi13 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para siswa SMAN 1 Ende melakukan konvoi di Jalan Anggrek setelah pengumuman kelulusan (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Perayaan kelulusan yang ditunjukan para siswa pasca pengumuman UN tingkat SMA dan sederajat di Kabupaten Ende, Flores, NTT pada Senin (13/5/2019) menunai sejumlah kritik dan saran.

Mereka meluapkan kebahagiaan dengan mencoret seragam, melakukan konvoi secara berkelompok dan ugal-ugalan dengan sepeda motor di jalanan.

“Kalau bersikap sopan santun atau bertindak hal yang positif dengan mengumpulkan seragam ke siswa lain saya puji. Tapi, coret moret dan huru hara di jalan mesti ada ketegasan,” ucap Sulastri, warga Kelurahan Mautapaga, Ende saat ditemui media ini, Senin sore.

Menurutnya, menggunakan sepeda motor dan bertindak ugal-ugalan di jalan umum menjadi hal yang miris di kota pelajar ini. Sikap tak terpuji tersebut mesti dievaluasi setiap lembaga sekolah dengan mengisi hal-hal yang positif.

“Kan, menganggu tuh kalau hura-hura di jalan umum. Kalau kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab,”katanya.

“Sekolah mesti ada peraturan yang tegas sebagai efek jerat. Kalau begini terus penilaian apa kira-kira,” sambung Sulastri.

Ia menyarankan agar perayaan serupa dapat dilakukan dengan tidak secara berlebihan yang dapat menganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Saya bisa usul, kali berikut bisa buat hal yang baik dan tidak menganggu orang lain,”ungkap dia.

Kritikan terhadap para siswa juga dilontarkan oleh sejumlah warganet (facebook). Selain mengucapkan pujian dan rasa bangga, para warganet juga memberikan sejumlah saran.

“Apresiasi & provociat buat anak-anaku yg telah menerima kabar kelulusan jenjang pendidikan SMA & SMK hari ini, bolehkah baju, celana & rok seragam sekolah kebesaran masa SLTA disumbangkan buat adik2 yg masih membutuhkan?,”tulis Wolo Muku dalam akun facebooknya.

Kemudian, beberapa akun juga memberikan saran agar para siswa lebih menahan diri dan banyak belajar untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Warganet lainnya juga berharap agar kegiatan konvoi dapat dilakukan dengan tertib dan tidak menganggu ketertiban berlalu lintas.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende
Previous ArticleKades Manamas Jalani Pemeriksaan Perdana di Kejari TTU
Next Article Pelaku Terdeteksi, Siapa Apsalom Sabat? Ini Penjelasan Polisi

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.