Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Menuju KM 5 Ruteng Dihiasi Sampah
Regional NTT

Jalan Menuju KM 5 Ruteng Dihiasi Sampah

By Redaksi16 Mei 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tumpukan sampah di KM 5 jalan Ruteng-Reo. Gambar diambil, Kamis 16 Mei 2019 sore (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Jalan menuju kilometer (KM) 5 jurusan Ruteng-Reo, Kabupaten Manggarai dihiasi sampah.

Pantauan VoxNtt.com, Kamis (16/05/2019) sore, pemandangan tak sedap mewarnai jalan menuju Manggarai bagian utara itu.

Berbagai jenis sampah menghiasi kiri dan kanan jalan. Itu tepatnya melewati Kampung Karot hingga di kilometer 5.

Di tikungan kedua melewati Kampung Karot, misalnya, terdapat tumpukan berbagai jenis sampah di samping jalan.

Tumpukan sampah di tikungan kedua setelah Kampung Karot ke utara. Gambar diambil, Kamis 16 Mei 2019 sore (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Bahkan sebagian sampah plastik dan botol air mineral berserakan di got samping jalan.

Parahnya, di kilometer 5 tampak tumpukan sampah sangat banyak. Ada yang dibuang di dekat got jalan dan di dekat tebing. Ada pula yang dibuang di dekat jurang.

Tumpukan sampah dekat got di KM 5 jalan Ruteng-Reo. Gambar diambil, Kamis 16 Mei 2019 sore (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Sejumlah pengguna jalan pun mengeluhkan bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Manggarai telah menetapkan kilometer 11 Kampung Poco sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Untuk diketahui, Kota Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai dinobatkan menjadi salah kota kecil terkotor di Indonesia periode 2017/2018, versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penilaian ini tentu saja menjadi cambuk bagi pemerintah dan masyarakat setempat. Sebab itu, sejumlah pihak merespon penilaian KLHK tersebut dengan melakukan gerakan pembersihan massal di beberapa titik dalam Kota Ruteng.

Salah satu pihak yang hingga kini gencar melakukan gerakan kebersihan yakni komunitas Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) Kota Ruteng.

Pada setiap kali melakukan gerakan kebersihan, GMPS menggandeng sejumlah pihak, termasuk Bupati Manggarai Deno Kamelus dan Wakil Bupati Viktor Madur.

Koordinator GMPS Kota Ruteng, Kamilius Tiranisius Otwin Wisang mengajak masyarakat untuk memerangi sampah secara bersama-sama agar suatu saat Ruteng menjadi kota yang indah dan asri.

Menurut Otwin, Ruteng haruslah dipandang sebagai rumah bersama. Kebersihannya pun tetap menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“GMPS Ruteng adalah forum non partisan, bukan politik. Ini murni lahir secara spontanitas menyikapi rilis KLHK. Kami mengajak semua pihak agar bersama-sama memerangi sampah di Kota Ruteng ini,” ajak Otwin, 25 Januari 2019 lalu.

Menurut dia, wajah Kota Ruteng adalah wajah semua komponen warga. Karena itu, untuk memerangi sampah butuh keterlibatan semua pihak.

“Jika setiap warga bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya, maka tentu lebih mudah dalam penanganan persoalan sampah,” katanya.

Otwin mengharapkan gerakan bersama ini dapat saling menguatkan dan mengingatkan untuk bersama-sama mencari solusi di balik masalah sampah di Kota Ruteng.

Penulis: Ardy Abba

GMPS Kabupaten Manggarai
Previous ArticleBawaslu dan Pemda TTU Berbeda Data Soal ASN Berpolitik
Next Article Diduga Terlibat Politik Praktis, Penjabat Sekda TTU Membantah

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.